
Pantau - Nilai-nilai Pancasila dinilai menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu di Indonesia, seiring peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 dan komitmen pemerintah mendorong pendidikan yang inklusif, adil, humanis, serta berkualitas.
Pancasila Jadi Dasar Pendidikan Nasional
Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa disebut memiliki peran penting dalam membentuk sistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman dan kebutuhan global.
Pendidikan yang berlandaskan Pancasila tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik agar memiliki nilai kemanusiaan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.
Dalam telaah yang ditulis Unu Nurahman pada Senin (1/6), Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka yang memiliki nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis yang dapat dikembangkan sesuai dinamika bangsa Indonesia serta perkembangan dunia.
Tujuan akhirnya adalah mewujudkan harkat dan martabat manusia atau human dignity melalui proses pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pendidikan Bermutu Perkuat Karakter dan Daya Saing
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
UU tersebut menyatakan pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab.
"pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa," demikian bunyi ketentuan dalam UU Sisdiknas yang dikutip dalam telaah tersebut.
Pendidikan bermutu yang menjadi visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada era Presiden Prabowo dinilai sebagai salah satu pilar penting pembangunan nasional.
Dalam menghadapi era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, pendidikan bermutu dianggap menjadi kebutuhan sekaligus keharusan untuk menciptakan generasi yang memiliki daya saing tinggi.
Keimanan dan ketakwaan juga dinilai mendukung berkembangnya kemampuan bernalar kritis, kreativitas, serta kemandirian peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





