HOME  ⁄  Nasional

BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman dan Distribusi Lancar Saat Arus Balik Idul Adha 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BPH Migas Pastikan Stok BBM Aman dan Distribusi Lancar Saat Arus Balik Idul Adha 2026
Foto: Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dan Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman memantau ketersediaan dan kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM) saat arus balik libur panjang Idul Adha 2026 di SPBU Rest Area Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jabar, Minggu 31/5/2026 (sumber: Humas BPH Migas)

Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan dan kelancaran penyaluran bahan bakar minyak (BBM) selama arus balik libur panjang Idul Adha 2026 setelah melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik strategis di ruas Tol Jakarta–Cikampek pada Minggu, 31 Mei 2026.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya mobilitas kendaraan yang kembali menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas melakukan pemantauan di SPBU Rest Area Km 19A dan Rest Area Km 62B Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi salah satu jalur utama arus balik.

Menurut hasil pemantauan, stok BBM dalam kondisi aman dan penyaluran kepada masyarakat berjalan lancar tanpa kendala berarti dalam distribusi.

"Berdasarkan hasil pemantauan, stok BBM aman dan penyalurannya berjalan lancar," ungkap Wahyudi.

Peningkatan Konsumsi BBM Jadi Fokus Pengawasan

BPH Migas menilai setiap momentum libur nasional umumnya diikuti peningkatan konsumsi BBM, terutama di jalur mudik, jalur arus balik, serta kawasan rest area dan SPBU di jalan utama.

Karena itu, BPH Migas bersama badan usaha penugasan terus melakukan pengawasan distribusi energi agar pasokan BBM tetap tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain memantau stok, BPH Migas juga mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak dengan membeli sesuai kebutuhan perjalanan.

Masyarakat tidak dianjurkan melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi mengganggu kelancaran distribusi BBM.

Berdasarkan hasil pemantauan dan diskusi dengan pengguna kendaraan, konsumsi BBM kendaraan pribadi rata-rata berkisar antara 20 hingga 44 liter per hari.

Angka tersebut dinilai masih dalam batas normal dan sesuai kebutuhan pengguna kendaraan selama periode arus balik.

Wahyudi mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan BBM subsidi dan BBM kompensasi agar layanan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh pengguna.

Pengguna Akui BBM Subsidi Mudah Diperoleh

Seorang pengemudi truk logistik pengangkut daging beku bernama Anun mengaku terbantu dengan ketersediaan solar subsidi untuk mendukung distribusi daging ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Ketersediaan solar subsidi sangat membantu distribusi logistik yang kami lakukan setiap hari," ungkap Anun.

Anun menyebut kebutuhan solar untuk operasional kendaraannya mencapai sekitar 50 liter per hari.

Pengemudi travel rute Jakarta–Yogyakarta bernama Hendra juga mengaku mudah memperoleh BBM subsidi selama perjalanan.

"Ketersediaan BBM subsidi selama perjalanan tetap terjaga," ujar Hendra.

Untuk satu perjalanan menuju Yogyakarta, kebutuhan solar yang digunakan Hendra mencapai sekitar Rp400 ribu.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman menegaskan bahwa BBM subsidi merupakan barang yang mendapat dukungan anggaran negara sehingga penggunaannya harus tepat sasaran.

"BBM subsidi harus dimanfaatkan oleh pihak yang berhak dan tidak boleh disalahgunakan," tegas Harya Adityawarman.

Harya yang akrab disapa Didit juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan BBM subsidi serta menjaga penggunaan QR code dalam sistem pengendalian distribusi BBM subsidi.

Masyarakat diminta tidak memberikan QR code kepada pihak lain untuk mencegah penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

Kegiatan pemantauan tersebut turut dihadiri Ancala Egah dan Heidy Septiana Nugroho.

Penulis :
Arian Mesa