HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Tegaskan Komitmen Merawat Borobudur dan Dukung Penuh Perayaan Waisak Nasional 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Tegaskan Komitmen Merawat Borobudur dan Dukung Penuh Perayaan Waisak Nasional 2026
Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur, Jawa Tengah pada Minggu 31/5/2026 (sumber: Kemenbud)

Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk menjaga dan merawat Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia sekaligus mendukung penuh rangkaian perayaan Hari Raya Waisak Nasional 2570 BE/2026.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Borobudur memiliki nilai yang jauh melampaui fungsi fisiknya sebagai bangunan bersejarah.

Menurut Fadli Zon, Borobudur bukan hanya tempat suci bagi jutaan umat Buddha.

Ia menegaskan bahwa Borobudur juga merupakan simbol perjalanan batin manusia menuju pencerahan.

"Merawat Borobudur adalah merawat ingatan peradaban dan kita berkomitmen untuk terus melakukannya dengan sepenuh tanggung jawab bagi generasi yang akan datang," ungkap Fadli Zon.

Waisak Jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Perdamaian

Kementerian Kebudayaan mendukung penuh penyelenggaraan rangkaian perayaan Hari Raya Waisak Nasional 2570 BE/2026 dan bertindak sebagai pelindung kepanitiaan nasional.

Fadli Zon menghadiri kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026 yang diselenggarakan di Taman Lumbini pada Minggu, 31 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menegaskan bahwa Waisak merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Buddha di seluruh dunia.

Perayaan Waisak 2026 mengusung tema "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan."

Subtema yang diangkat dalam perayaan tersebut adalah "Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia."

Dharmasanti dipandang sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat nilai toleransi.

Selain itu, Dharmasanti bertujuan meneguhkan semangat perdamaian.

Momentum tersebut juga diharapkan memperkuat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kementerian Kebudayaan berharap rangkaian Waisak Nasional 2026 semakin memperkuat harmoni antarumat beragama.

Pemerintah juga berharap perayaan tersebut memperkuat peran warisan budaya Indonesia sebagai ruang spiritual dan kebudayaan.

Selain itu, warisan budaya Indonesia diharapkan semakin dikenal sebagai sarana perdamaian dunia.

Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Sorotan Pelestarian Muaro Jambi

Ketua Panitia Waisak Nasional 2026 Hartati Murdaya menyampaikan bahwa Dharmasanti bertujuan memperkokoh pengamalan Dharma.

Ia mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat persatuan bangsa dan menghadirkan kedamaian bagi Indonesia.

Hartati Murdaya menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas dukungan terhadap penyelenggaraan Waisak Nasional.

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menteri Kebudayaan atas dukungan dan semangat yang diberikan dalam mendukung pelaksanaan ibadah umat Buddha di kawasan budaya Candi Borobudur," ujar Hartati Murdaya.

Dalam laporannya, Hartati juga menyinggung pentingnya pelestarian Kawasan Percandian Muaro Jambi.

Muaro Jambi dikenal sebagai salah satu pusat pembelajaran agama Buddha pada masa Kerajaan Sriwijaya antara abad ke-7 hingga abad ke-13.

Kawasan tersebut memiliki nilai sejarah penting dalam perkembangan agama Buddha di Asia Tenggara.

Muaro Jambi juga dikenal sebagai tempat Atisha Dipangkara mempelajari ajaran Buddha.

Atisha Dipangkara menimba ilmu kepada Mahaguru Dharmakirti di kawasan tersebut.

Pemerintah menegaskan bahwa pelestarian Borobudur dan situs-situs budaya lainnya bukan hanya upaya menjaga bangunan bersejarah, tetapi juga menjaga nilai peradaban, spiritualitas, toleransi, dan identitas budaya bangsa untuk generasi mendatang.

Penulis :
Leon Weldrick