HOME  ⁄  Nasional

GIZ dan Kementerian Lingkungan Hidup Perkuat Literasi Mangrove bagi Generasi Muda

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

GIZ dan Kementerian Lingkungan Hidup Perkuat Literasi Mangrove bagi Generasi Muda
Foto: (Sumber : The International Climate Initiative (IKI) Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) ajak generasi muda memperkuat literasi lingkungan mengenai fungsi penting ekosistem mangrove. ANTARA/HO-Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ)..)

Pantau - The International Climate Initiative (IKI) Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggelar program edukasi lingkungan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng pertahanan ekologi perkotaan.

Ratusan Pelajar Belajar Langsung di Ekosistem Mangrove

Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta, yang dinilai merepresentasikan ekosistem mangrove perkotaan yang penting bagi keberlanjutan lingkungan.

Lead Communication Unit for Resilient Nature Cooperation Area GIZ Indonesia Gandabhaskara Saputra mengatakan, "Kegiatan di TWA Angke Kapuk ini merupakan penutup dari peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional hasil kerja sama GIZ dan Kementerian Lingkungan Hidup dengan memberikan pengalaman dan edukasi pentingnya keanekaragaman hayati bagi generasi muda langsung di lapangan sebagai frontliners menjaga keberlanjutan lingkungan hidup."

Program tersebut melibatkan 120 siswa dan guru pendamping dari sejumlah SMA dan SMK di wilayah Jakarta.

Para peserta diajak mengenal berbagai jenis flora dan fauna pesisir serta memahami fungsi mangrove dalam menghadapi perubahan iklim dan mencegah abrasi.

Kegiatan ini juga mendukung implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045 yang menempatkan generasi muda sebagai pelopor konservasi lingkungan.

Edukasi Lapangan Ubah Cara Pandang Pelajar

Melalui metode pembelajaran langsung di lapangan, peserta mendapatkan pengalaman nyata yang menghubungkan teori di sekolah dengan praktik konservasi lingkungan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran dan tanggung jawab generasi muda terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.

Salah satu peserta dari SMK Yadika 2, Vincent Suhardo, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai ekosistem mangrove.

Ia mengatakan, "Saya jadi bisa paham soal mangrove, yang sebelumnya saya tidak tahu."

Vincent mengungkapkan, "Awalnya saya hanya tahu mangrove itu tumbuh di pinggir laut. Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa mangrove bisa mencegah abrasi, menghadapi perubahan cuaca, dan mampu hidup di tanah berlumpur."

Ia menambahkan, "Saya juga jadi kenal jenis-jenis mangrove sekaligus bisa bertemu dengan teman-teman baru."

GIZ berharap kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah dan sektor pendidikan dapat melahirkan generasi muda yang aktif menjaga lingkungan dan berkontribusi terhadap keberlanjutan masa depan bumi.

Penulis :
Ahmad Yusuf