HOME  ⁄  Nasional

Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Seribu Hari Pertama Kehidupan Anak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Seribu Hari Pertama Kehidupan Anak
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Telur dapat menjadi menu MPASI anak. ANTARA/Harianto..)

Pantau - Pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau dalam periode seribu hari pertama kehidupan, karena stunting merupakan kondisi kegagalan tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan fisik dan kemampuan kognitif anak sepanjang hidupnya.

Stunting mulai menjadi perhatian luas di Indonesia pada 2018 hingga 2019 ketika pemerintah mengintensifkan upaya penanggulangan gizi buruk masyarakat.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi anak stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen.

Stunting tidak hanya ditandai dengan tubuh yang pendek atau kurus dibandingkan anak seusianya, tetapi juga mencerminkan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi yang berlangsung lama sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Dampak Stunting Tidak Hanya pada Tinggi Badan

Kekurangan gizi kronis pada periode awal kehidupan dapat memengaruhi pembentukan otak, perkembangan fungsi kognitif, serta kapasitas belajar anak.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak hingga dewasa.

Anak yang mengalami stunting cenderung lebih rentan sakit, menghadapi kesulitan dalam proses belajar di sekolah, serta memiliki potensi produktivitas yang lebih rendah dibandingkan anak yang memperoleh asupan gizi memadai.

Pencegahan Berbeda dengan Perbaikan Gizi

Pencegahan stunting berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun, yang dikenal sebagai periode seribu hari pertama kehidupan.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang rendah kandungan gizi selama kehamilan dapat mengurangi asupan nutrisi penting yang dibutuhkan janin untuk pembentukan otak dan tulang.

Karena itu, pemenuhan gizi ibu hamil menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah stunting sejak dini.

Para ahli menekankan bahwa mencegah stunting dan memperbaiki gizi anak setelah mengalami gangguan pertumbuhan merupakan dua hal yang berbeda.

Setelah melewati periode seribu hari pertama kehidupan, sejumlah dampak akibat kekurangan gizi kronis berisiko menjadi permanen dan sulit diperbaiki sepenuhnya.

Sebagai informasi tambahan, telur dan berbagai sumber protein hewani lainnya menjadi salah satu pilihan menu makanan pendamping ASI yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan.

Penulis :
Aditya Yohan