HOME  ⁄  Nasional

PP PBVSI Terapkan Salary Cap Proliga 2027 untuk Ciptakan Kompetisi yang Lebih Sehat dan Transparan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

PP PBVSI Terapkan Salary Cap Proliga 2027 untuk Ciptakan Kompetisi yang Lebih Sehat dan Transparan
Foto: Ketum PP PBVSI Imam Sudjarwo, berbicara dalam konferensi pers, di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Jawa Barat, Selasa 2/6/2026 (sumber: ANTARA/Donny Aditra)

Pantau - Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menetapkan kebijakan pembatasan gaji atau salary cap bagi seluruh tim peserta Proliga 2027, baik putra maupun putri, untuk menciptakan kompetisi yang lebih transparan, sehat, dan kompetitif.

Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo menjelaskan total gaji untuk 12 pemain lokal dalam satu tim dibatasi maksimal Rp600 juta per bulan.

Untuk pemain asing, PP PBVSI menetapkan batas total gaji sebesar 40.000 dolar AS per bulan dalam satu tim yang diperbolehkan memiliki dua pemain asing.

Dengan ketentuan tersebut, satu pemain asing maksimal menerima gaji sebesar 20.000 dolar AS per bulan atau sekitar Rp357 juta per bulan berdasarkan kurs Rp17.859 per dolar AS.

Imam menilai kebijakan pembatasan gaji penting untuk meningkatkan kualitas kompetisi nasional sekaligus menjaga keseimbangan persaingan antarklub.

Menurut Imam, kebijakan salary cap telah diterapkan di sejumlah negara lain, termasuk Korea Selatan.

Pengawasan Ketat dan Audit Kontrak Pemain Asing

Penerapan salary cap akan disertai sistem pengawasan ketat untuk mencegah pelanggaran aturan maupun praktik kontrak yang tidak transparan.

PP PBVSI akan melibatkan dewan pengawas dalam proses pengawasan tersebut.

Auditor independen juga akan dilibatkan untuk memeriksa dokumen kontrak pemain asing yang didaftarkan oleh klub.

Setiap klub diwajibkan menyerahkan data pemain asing kepada PP PBVSI paling lambat satu bulan sebelum kompetisi Proliga dimulai.

Seluruh dokumen pemain asing akan diaudit oleh tim pengawas khusus yang terdiri atas dua perwakilan PBVSI dan satu auditor eksternal.

Audit dilakukan untuk meminimalkan potensi penyimpangan dalam proses perekrutan pemain asing.

Pengawasan tersebut juga ditujukan untuk mencegah praktik pembayaran di luar kontrak resmi yang selama ini menjadi perhatian dalam pengelolaan kompetisi.

PBVSI Bentuk Tim Khusus untuk Verifikasi Data Pemain Asing

Selain audit kontrak, PBVSI berencana membentuk tim khusus yang bertugas menghimpun data pemain asing dari berbagai negara.

Tim tersebut akan menyusun daftar pemain asing yang dapat dipantau oleh federasi.

Seluruh pemain asing yang masuk dalam daftar akan melalui proses verifikasi identitas dan nilai kontrak.

Nilai kontrak pemain asing wajib sesuai dengan ketentuan salary cap yang berlaku.

Melalui mekanisme tersebut, PBVSI dapat mengetahui kisaran nilai kontrak pemain asing di pasar internasional.

PBVSI menegaskan nilai kontrak pemain asing dalam daftar tidak boleh melebihi 20.000 dolar AS per orang per bulan.

Imam mengungkapkan kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi kemungkinan adanya kesepakatan kontrak di luar aturan resmi serta mendukung pembentukan tim nasional bola voli Indonesia yang lebih kuat.

Kebijakan tersebut juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan liga profesional dalam jangka panjang.

Penulis :
Shila Glorya