HOME  ⁄  Nasional

Kampus Diperbolehkan Dirikan SPPG, Mendiktisaintek Dorong Integrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kampus Diperbolehkan Dirikan SPPG, Mendiktisaintek Dorong Integrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis
Foto: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 2/6/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan perguruan tinggi diperbolehkan mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dapat terintegrasi dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa.

Pernyataan tersebut disampaikan Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Menurut Brian, sejumlah perguruan tinggi telah membangun SPPG sebagai teaching factory yang dimanfaatkan untuk praktik langsung mahasiswa serta mendukung kegiatan penelitian.

Ia mengungkapkan, "Ada beberapa kampus yang membuat SPPG dalam rangka teaching factory, dalam rangka mahasiswa praktik, dalam rangka itu juga sekaligus diteliti, yaitu kami mempersilahkan kepada kampus-kampus tersebut."

Melalui SPPG, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktik terkait pengelolaan program pemenuhan gizi sekaligus menjadikan fasilitas tersebut sebagai objek penelitian bagi sivitas akademika.

SPPG Bukan Kewajiban bagi Seluruh Kampus

Brian menegaskan pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan setiap perguruan tinggi mendirikan SPPG.

Menurutnya, pendirian SPPG sepenuhnya merupakan pilihan dan inisiatif masing-masing kampus.

Ia menegaskan, "Jadi, kami tidak pernah ada edaran kebijakan bahwa setiap kampus harus mendirikan SPPG, itu tidak pernah ada. Tapi yang kita dorong adalah kependidikan kampus dalam seluruh program-program nasional."

Brian mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dalam Program MBG merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis nasional yang setara dengan kontribusi kampus dalam riset kendaraan listrik, industri semikonduktor, maupun kajian pembangunan giant sea wall.

Fokus utama yang didorong pemerintah adalah partisipasi kampus melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai program nasional.

Kampus Didorong Teliti Dampak MBG terhadap Gizi dan Stunting

Selain mendukung operasional Program MBG, perguruan tinggi juga didorong melakukan riset jangka panjang mengenai dampak program tersebut terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Brian, salah satu fokus penelitian yang perlu dilakukan adalah mengukur pengaruh Program MBG terhadap perbaikan status gizi masyarakat dan penurunan angka stunting.

Ia mengatakan, "Jadi yang kami dorong adalah bagaimana lakukan riset-riset untuk misalnya stuntingnya bagaimana, dicek. Kan saya pernah mendapatkan paper itu di India, Program MBG ini berhasil menaikkan angka perbaikan gizi dan menurunkan stunting. Nah ini kan perlu jangka panjang, yang barangkali tidak terfikir oleh oleh para SPPG-nya."

Brian menilai penelitian berkelanjutan diperlukan karena aspek jangka panjang Program MBG kemungkinan tidak menjadi fokus utama pengelola SPPG.

Pemerintah berharap keterlibatan perguruan tinggi sebagai pelaksana, pusat penelitian, dan pengembang kebijakan berbasis data dapat memperkuat efektivitas Program Makan Bergizi Gratis serta menghasilkan inovasi di bidang kesehatan dan gizi masyarakat.

Penulis :
Leon Weldrick