
Pantau - Pemerintah Indonesia membuka peluang penempatan 500 pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor hospitality atau perhotelan di Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UAE), seiring rencana beroperasinya sebuah resor berskala besar pada 2027.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani menyampaikan peluang tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pasar kerja PMI di UAE, khususnya pada sektor perhotelan dan pariwisata.
Ia mengungkapkan, "Sektor hospitality merupakan salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya perluasan penempatan pekerja migran di UAE, sejalan dengan komunikasi dan pemetaan peluang yang sebelumnya telah dilakukan bersama Duta Besar RI untuk UAE."
Resor Raksasa Butuh Ribuan Pekerja
Berdasarkan keterangan Kementerian P2MI, resor yang akan dibangun di Ras Al Khaimah memiliki 1.530 kamar, 15 restoran, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027.
Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan sekitar 9.500 pekerja dari berbagai negara.
Pada tahap awal, tersedia sekitar 500 posisi kerja yang diperuntukkan bagi tenaga kerja Indonesia.
Kesempatan kerja tersebut terbuka bagi lulusan baru maupun tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman kerja.
Christina menilai peluang ini menjadi kabar baik bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi pariwisata di Indonesia yang selama ini kerap menghadapi kendala persyaratan pengalaman kerja dalam rekrutmen internasional.
Ia mengatakan, "Peluang tersebut menjadi kabar baik bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi pariwisata di Indonesia yang selama ini sering menghadapi kendala persyaratan pengalaman kerja pada proses rekrutmen internasional."
Rekrutmen Disiapkan Melalui Jalur Resmi
Untuk mempercepat proses perekrutan, KJRI Dubai akan memfasilitasi pertemuan daring antara pengelola resor dan sejumlah sekolah serta perguruan tinggi di Indonesia pada 17 Juni 2026.
Selain itu, juga direncanakan penyelenggaraan job fair guna mempercepat proses seleksi dan penempatan tenaga kerja.
Kementerian P2MI akan mengidentifikasi dan mengundang sekolah-sekolah pariwisata yang memiliki rekam jejak baik dalam menghasilkan lulusan siap kerja.
Christina mengatakan, "Kami akan mengidentifikasi dan mengundang sekolah-sekolah pariwisata yang memiliki rekam jejak baik dalam menghasilkan lulusan siap kerja. Semakin banyak institusi yang terlibat, semakin besar pula peluang bagi putra-putri Indonesia untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang tersedia."
Pemerintah menegaskan seluruh proses penempatan harus mengikuti aturan yang berlaku dan rekrutmen wajib dilakukan melalui jalur resmi yang telah ditetapkan.
Christina menekankan pentingnya penggunaan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang memiliki izin resmi.
Ia mengatakan, "Selaku regulator kami akan menjelaskan mekanisme penempatan PMI. Kami ingin memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prosedur dan menggunakan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang memiliki izin, sehingga pelindungan PMI terjamin dan ada pihak yang bertanggung jawab jika terjadi permasalahan."
Konsul Jenderal RI di Dubai Denny Lesmana menyatakan pihaknya telah meminta dukungan Kementerian P2MI dalam penyusunan mekanisme rekrutmen dan penempatan tenaga kerja.
Ia mengatakan, "Kami berharap dukungan dari Kementerian P2MI dalam menyiapkan mekanisme sehingga proses rekrutmen berjalan sesuai aturan. Dengan demikian, upaya pembinaan, pelindungan, dan pelayanan bagi PMI juga akan lebih mudah dilakukan."
Menurut Denny, minat pengelola resor terhadap tenaga kerja Indonesia didasarkan pada pengalaman positif direktur operasional mereka yang pernah bekerja di Bali dan Jakarta sehingga memahami kualitas, etos kerja, serta kemampuan tenaga kerja Indonesia.
Ia mengungkapkan, "Direktur operasional mereka pernah bekerja di Bali dan Jakarta sehingga memahami kualitas, etos kerja, serta kemampuan tenaga kerja Indonesia. Mereka menyambut baik keinginan Indonesia untuk berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di proyek tersebut."
Peluang ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi lulusan pendidikan pariwisata Indonesia sekaligus memperluas penempatan PMI di sektor perhotelan internasional.
- Penulis :
- Leon Weldrick





