HOME  ⁄  Nasional

IESR Sebut Pulau Sumbawa Miliki Potensi Energi Surya 8,64 Gigawatt untuk Dukung Transisi Energi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IESR Sebut Pulau Sumbawa Miliki Potensi Energi Surya 8,64 Gigawatt untuk Dukung Transisi Energi
Foto: (Sumber : CEO IESR Fabby Tumiwa (ketiga kanan) melakukan audiensi dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (3/6/2026). ANTARA/HO-Diskominfotik NTB.)

Pantau - Institute for Essential Services Reform (IESR) menyebut Pulau Sumbawa di Nusa Tenggara Barat memiliki potensi energi surya sebesar 8,64 gigawatt yang dinilai mampu menopang kebutuhan listrik berbasis energi bersih hingga 100 persen di wilayah tersebut.

Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa mengatakan potensi tersebut menjadi peluang besar bagi daerah untuk berkontribusi terhadap target pengembangan energi terbarukan nasional yang dicanangkan pemerintah.

"Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pembangunan 100 gigawatt energi surya di sekitar 80 ribu desa. Kami melihat itu sebagai momentum bagi daerah untuk berkontribusi dalam pencapaian target nasional," ujar Fabby dalam pernyataannya di Mataram, Kamis (4/6/2026).

Kajian IESR yang bertajuk Pulau Berbasis 100 Persen Energi Terbarukan dan Fleksibilitas pada Sistem Tenaga Listrik mencatat total potensi energi terbarukan Pulau Sumbawa mencapai 10,21 gigawatt.

Dari jumlah tersebut, energi surya menjadi sumber terbesar dengan kapasitas 8,64 gigawatt atau sekitar 84,53 persen dari total potensi energi terbarukan yang tersedia.

Dukung Target Emisi Nol Bersih

Fabby menilai potensi energi terbarukan tersebut dapat menjadi modal strategis bagi Nusa Tenggara Barat dalam mempercepat transisi energi dan mencapai target emisi nol bersih pada 2050.

Menurutnya, pengalaman IESR dalam menyusun peta jalan Bali Emisi Nol Bersih 2045 dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan serupa.

"Kami dapat memberikan masukan strategis untuk mengarusutamakan energi terbarukan. Dalam masa transisi energi seperti saat ini, inisiatif emisi nol bersih juga perlu mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat," ungkapnya.

NTB Siapkan Arah Pembangunan Energi Bersih

Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menyambut positif dukungan IESR dalam penyusunan peta jalan Emisi Nol Bersih 2050.

Ia menegaskan daerah membutuhkan arah pembangunan yang terukur agar proses transisi energi dapat berjalan efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"NTB memiliki peluang besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja energi terbarukan, baik di dalam negeri maupun pasar internasional," kata Iqbal.

Pemerintah Provinsi NTB berharap pengembangan energi terbarukan tidak hanya mendukung target pengurangan emisi, tetapi juga membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru di sektor energi bersih.

Penulis :
Ahmad Yusuf