
Pantau - Pemerintah Kota Bandung menyiapkan sejumlah solusi alternatif untuk mengatasi persoalan sampah setelah pengajuan status darurat sampah kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak disetujui.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan penanganan sampah tetap menjadi prioritas utama dan tidak boleh terhambat meskipun tanpa penetapan status darurat.
"Ketika pengajuan tidak disetujui, kita akan cari jalan lain. Persoalan sampah ini harus selesai, tidak bisa ditunda," ungkap Farhan di Bandung, Kamis (4/6).
Ketergantungan pada TPA Sarimukti Jadi Tantangan
Farhan menjelaskan Kota Bandung hingga saat ini menjadi satu-satunya kota di Jawa Barat yang belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sendiri.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan sampah masih bergantung pada TPA Sarimukti yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurut Farhan, ketergantungan itu berdampak pada keterbatasan kewenangan Pemkot Bandung dalam mengelola dan mengangkut sampah, termasuk terkait kuota pembuangan residu dan perizinan.
"Ketergantungan tersebut berdampak pada keterbatasan kewenangan Pemkot Bandung dalam pengelolaan dan pengangkutan sampah, termasuk terkait kuota dan perizinan pembuangan residu," katanya.
Mesin Pengolah Sampah Disiapkan di Setiap Kelurahan
Sebagai langkah jangka pendek, Pemkot Bandung menyambut rencana bantuan dari Pemprov Jawa Barat berupa penyediaan mesin pengolahan sampah di setiap kelurahan.
Farhan memastikan pemerintah kota siap menerima dan mengoptimalkan bantuan tersebut untuk mengurangi beban pengelolaan sampah.
"Kami menyambut baik bantuan dari pemerintah provinsi. Rencananya akan ada mesin pengolahan di setiap kelurahan. Apapun bentuknya, kami siap menerima dan mengoptimalkannya," ujarnya.
Pemkot Bandung Bidik Fasilitas Pengolahan dan TPA Sendiri
Selain solusi jangka pendek, Pemkot Bandung juga terus menjajaki pembangunan fasilitas pengolahan sampah skala besar serta kemungkinan memiliki TPA sendiri sebagai solusi permanen.
Farhan menilai fasilitas pengolahan sampah terpadu sangat diperlukan karena residu hasil pengolahan tetap membutuhkan lokasi pembuangan akhir yang memadai.
"Kami akan terus berupaya maksimal. Ini pekerjaan bersama yang membutuhkan kolaborasi semua pihak," kata Farhan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





