
Pantau - Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menyatakan lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Komplek Perikanan Jalan Walter Monginsidi, Biak, Papua, masih belum aman karena tim penjinak bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Papua masih melakukan proses sterilisasi di area kejadian.
AKBP Ari Trestiawan mengatakan proses sterilisasi terus dilakukan setelah tim menemukan potongan atau pecahan proyektil yang diduga berasal dari bom yang sebelumnya telah dikeluarkan bahan peledaknya.
“Isi dari bom atau bahan peledaknya tidak ada dan diduga sudah dikeluarkan,” ungkap AKBP Ari Trestiawan, Kamis.
Sterilisasi Jadi Prioritas Sebelum Olah TKP
Kapolres menjelaskan proses pencarian tiga warga yang masih dinyatakan hilang belum dapat dilakukan di titik utama ledakan sebelum tim Jibom memastikan seluruh area benar-benar aman.
Menurutnya, keputusan terkait keamanan lokasi sepenuhnya berada di tangan tim Jibom yang masih melakukan penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara.
Saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban di luar area utama ledakan, termasuk menyisir kawasan pesisir dan perairan sekitar karena permukiman warga berada di dekat pantai.
Temuan Granat dan Amunisi Tingkatkan Kewaspadaan
AKBP Ari mengungkapkan sebelumnya tim Jibom juga menemukan granat dan peluru aktif peninggalan Perang Dunia II di sekitar lokasi kejadian.
Seluruh barang bukti berbahaya tersebut telah dimusnahkan untuk mencegah risiko ledakan susulan.
“Mudah-mudahan sterilisasi segera selesai sehingga tim lainnya dapat melakukan olah TKP,” kata AKBP Ari Trestiawan.
Ledakan bom peninggalan Perang Dunia II yang terjadi pada Minggu (31/5) di Biak menyebabkan enam orang meninggal dunia, tiga warga masih dinyatakan hilang, serta sembilan rumah mengalami kerusakan akibat dampak ledakan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





