HOME  ⁄  Nasional

Kemenperin Pastikan Pasokan PTA Tetap Aman Usai Insiden Pabrik Kimia di Cilegon

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenperin Pastikan Pasokan PTA Tetap Aman Usai Insiden Pabrik Kimia di Cilegon
Foto: (Sumber : Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif. ANTARA/HO-Kemenperin..)

Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan pasokan bahan baku Purified Terephthalic Acid (PTA) untuk industri tekstil nasional tetap aman meski terjadi insiden pecahnya pipa pada fasilitas produksi PT Merak Chemical Indonesia (MCCI) di Cilegon, Banten.

Kemenperin menegaskan kejadian tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan PTA di dalam negeri karena perusahaan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kontinuitas produksi.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan perusahaan dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

“Kementerian Perindustrian telah berkoordinasi secara intensif dengan manajemen perusahaan dan pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur keselamatan industri,” kata Febri.

Kronologi Insiden dan Penanganan Darurat

Berdasarkan laporan perusahaan, insiden terjadi pada Senin (25/5) sekitar pukul 14.30 WIB di area Pabrik 1 PT MCCI pada pipa outlet reaktor PTA menuju fasilitas crystalizer.

Saat kejadian, temperatur operasi tercatat sekitar 290 derajat Celsius dengan tekanan 85 bar dan masih dalam kondisi normal.

Namun, pipa tersebut pecah secara tiba-tiba sehingga operator segera menghentikan proses produksi melalui sistem emergency shutdown.

Insiden itu menyebabkan uap air membumbung tinggi dan material PTA tercecer di sekitar lokasi.

Tim tanggap darurat perusahaan langsung melakukan penanganan dan pembersihan area terdampak.

Dua pekerja yang sedang melakukan patroli mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dengan kondisi stabil.

Pasokan Nasional Tetap Terjaga

Kemenperin telah menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak.

Hasil pemantauan awal menunjukkan tidak ditemukan kandungan gas berbahaya di sekitar lokasi kejadian.

Kadar oksigen juga terpantau normal di angka 21 persen.

Untuk menjaga pasokan nasional, PT MCCI berencana mengoperasikan Pabrik 2 yang sebelumnya tidak beroperasi karena kondisi pasar PTA yang masih lesu.

Perusahaan diketahui memiliki dua fasilitas produksi PTA dengan kapasitas masing-masing 350 ribu ton per tahun atau total 700 ribu ton per tahun.

“Perusahaan telah menyampaikan rencana pengoperasian Pabrik 2 untuk menjaga kontinuitas pasokan PTA nasional. Dengan langkah tersebut, kebutuhan bahan baku industri tekstil domestik diharapkan tetap dapat terpenuhi,” ujar Febri.

Investigasi Masih Berlangsung

Saat ini area insiden masih dipasangi garis pengamanan oleh kepolisian dan fasilitas yang terdampak ditutup sementara untuk keperluan investigasi serta evaluasi teknis.

PT MCCI juga membuka posko kesehatan bagi masyarakat sekitar dan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian, dinas lingkungan hidup, serta instansi terkait lainnya.

Perusahaan akan membentuk tim investigasi internal bersama pihak terkait dan melibatkan vendor pipa asal Jepang guna memastikan penyelidikan berjalan komprehensif dan transparan.

“Kami berharap proses investigasi dapat berjalan objektif dan menyeluruh sehingga akar penyebab kejadian dapat segera diketahui. Kementerian Perindustrian akan terus mendampingi perusahaan dalam upaya pemulihan operasional, sekaligus memastikan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlangsungan industri tetap menjadi prioritas utama,” ungkap Febri.

Penulis :
Ahmad Yusuf