HOME  ⁄  Nasional

Kelahiran Badar di Jantho Jadi Harapan Baru Pelestarian Orang Utan Sumatera

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kelahiran Badar di Jantho Jadi Harapan Baru Pelestarian Orang Utan Sumatera
Foto: (Sumber : Ilustrasi: - Orang utan di Stasiun Reintroduksi Jantho, Kabupaten Aceh Besar. ANTARA/M Haris SA..)

Pantau - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengumumkan satu individu Orang Utan Sumatera (Pongo abelii) melahirkan di pusat reintroduksi Cagar Alam Jantho, Kabupaten Aceh Besar, yang menjadi indikator keberhasilan program rehabilitasi dan konservasi satwa langka tersebut.

Bayi orang utan berjenis kelamin jantan itu dilahirkan oleh induk bernama Bulan, orang utan hasil rehabilitasi yang telah hidup bebas di alam liar sejak dilepasliarkan pada 2018.

Bayi Orang Utan Terpantau Sehat

Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan Bulan telah terpantau menggendong bayinya selama sekitar satu bulan terakhir di kawasan hutan Jantho.

"Sejak sebulan lalu, Bulan terpantau bergerak aktif di tajuk hutan sambil menggendong bayinya. Saat terpantau, kata dia, Bulan terlihat aktif bergerak dan menunjukkan perilaku protektif," ungkapnya.

Menurutnya, bayi tersebut terus berada dalam dekapan induknya dan diperkirakan berusia sekitar satu bulan dalam kondisi sehat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kemudian memberikan nama Badar kepada bayi orang utan tersebut yang bermakna bulan purnama.

"Kelahiran orang utan ini membuktikan perlindungan habitat konsisten, kita mampu memulihkan populasi satwa endemik yang terancam punah. Badar diharapkan tumbuh sehat dan membawa secercah harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan," ujar Ujang.

Dari Korban Perdagangan Satwa Menjadi Induk di Alam Liar

Bulan merupakan orang utan yang diselamatkan dari perdagangan satwa liar di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, pada 2014 saat masih berusia sekitar dua tahun.

Setelah menjalani rehabilitasi selama empat tahun di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orang Utan YEL-SOCP Sibolangit, Sumatera Utara, Bulan dilepasliarkan ke kawasan Pusat Reintroduksi Orangutan di Cagar Alam Jantho pada 2018.

Perjalanan Bulan dari korban perdagangan satwa liar hingga berhasil melahirkan di habitat alaminya dinilai menjadi bukti nyata keberhasilan program rehabilitasi dan pelepasliaran.

Bukti Keberhasilan Konservasi

Ujang menegaskan keberhasilan reproduksi di alam merupakan indikator penting bahwa orang utan hasil rehabilitasi mampu beradaptasi, bertahan hidup, dan berkembang biak secara alami.

"Kelahiran ini membuktikan bagaimana orang utan sebelumnya korban perdagangan satwa liar dapat memperoleh kesempatan hidup dan berkembang biak di alam. Keberhasilan seperti ini hanya dapat terus berlanjut apabila habitatnya tetap terlindungi," katanya.

BKSDA Aceh berharap keberhasilan tersebut dapat memperkuat upaya perlindungan habitat dan konservasi Orang Utan Sumatera yang saat ini masih berstatus kritis dan berisiko tinggi mengalami kepunahan di alam liar.

Penulis :
Aditya Yohan