HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen dan Pemprov Kaltim Luncurkan Gerakan Sekolah ASRI untuk Bangun Kecerdasan Ekologis Siswa

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemendikdasmen dan Pemprov Kaltim Luncurkan Gerakan Sekolah ASRI untuk Bangun Kecerdasan Ekologis Siswa
Foto: Kegiatan penanaman mangrove secara simbolis oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Gubernur Rudy Mas’ud, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, serta Ketua TP PKK Kaltim, Hj Sarifah Suraidah Harum di SMA Negeri 8 Balikpapan (sumber: Antara/HO- Adpim)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan Gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di SMA Negeri 8 Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai upaya membangun kecerdasan ekologis generasi muda di tengah tantangan perubahan iklim.

Peluncuran program tersebut dirangkaikan dengan aksi penanaman mangrove yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.

Pemerintah menilai pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar budaya hidup ramah lingkungan dapat tumbuh sejak dini di kalangan peserta didik.

Penanaman Mangrove Jadi Bagian Edukasi Lingkungan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan laut.

Mangrove juga berfungsi membantu mencegah abrasi pantai serta menjadi bagian dari solusi global dalam menghadapi krisis energi dan perubahan iklim.

"Indonesia harus mulai menyiapkan energi terbarukan dan membangun budaya hidup ramah lingkungan sejak dini," ungkap Abdul Mu’ti.

Peluncuran Gerakan Sekolah ASRI berlangsung bertepatan dengan peringatan Milad ke-109 Aisyiyah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memaparkan bahwa satu hektare kawasan mangrove mampu menyerap dan menyimpan hingga 1.000 ton karbon.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu ekosistem penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Sekolah Didorong Menjadi Garda Terdepan Kepedulian Lingkungan

Rudy Mas’ud menekankan pentingnya integrasi kesadaran lingkungan dalam sistem pendidikan.

Ia menilai sekolah harus menjadi garda terdepan dalam membangun karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan.

Menurut Rudy, pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun kesadaran sosial dan ekologis peserta didik.

"Sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi ruang membangun kecerdasan ekologis dan tanggung jawab sosial," kata Rudy Mas’ud.

Ia menegaskan bahwa kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Pemerintah daerah berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian yang turut hadir dalam peluncuran program tersebut memberikan apresiasi terhadap upaya yang mengintegrasikan pendidikan dan kepedulian lingkungan.

Menurut Hetifah, kebiasaan positif yang dibangun sejak sekolah akan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

"Kebiasaan menanam, merawat lingkungan, menjaga kebersihan, dan berbuat baik merupakan investasi jangka panjang untuk menentukan karakter bangsa," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembentukan karakter melalui kebiasaan sehari-hari menjadi fondasi penting pembangunan bangsa yang berkelanjutan.

Gerakan Sekolah ASRI tidak hanya berfokus pada penghijauan lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong siswa menerapkan gaya hidup hijau dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut mengajak siswa mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membiasakan pengelolaan sampah yang baik, mempelajari pemilahan sampah domestik, serta menghemat penggunaan air bersih.

Melalui Gerakan Sekolah ASRI, pemerintah berharap sekolah dapat menjadi pusat pembelajaran lingkungan yang aktif dan berkelanjutan serta membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran lingkungan, tanggung jawab sosial, dan kesiapan menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.

Penulis :
Leon Weldrick