
Pantau - Jepang dan Indonesia sepakat memulai pembicaraan mengenai potensi ekspor kapal perang jenis destroyer kelas Asagiri ke Indonesia dalam pertemuan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Tokyo, Jepang, Jumat (5/6/2026).
Informasi mengenai kesepakatan tersebut disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Jepang.
Kedua negara akan melanjutkan pembahasan melalui kerangka kerja tingkat teknis atau working-level framework yang telah dibentuk pada bulan sebelumnya.
Indonesia Ingin Tingkatkan Kerja Sama Peralatan dan Teknologi Pertahanan
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan keinginan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama di bidang peralatan pertahanan, teknologi pertahanan, serta potensi transfer kapal perang dari Jepang.
Salah satu fokus pembahasan adalah kemungkinan transfer kapal perusak serbaguna milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang kepada Indonesia.
Kementerian Pertahanan Jepang mengungkapkan bahwa kedua menteri telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan melalui mekanisme kerja tingkat teknis yang sudah tersedia.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya Jepang memperdalam kerja sama di bidang peralatan pertahanan dengan sejumlah negara mitra.
Selain Indonesia, Filipina dan Selandia Baru juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan yang tengah dikembangkan Jepang.
Jepang sebelumnya melonggarkan pembatasan ekspor senjata mematikan pada April 2026 untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan negara mitra.
Destroyer Kelas Asagiri Jadi Objek Pembahasan
Kapal yang menjadi objek pembicaraan adalah destroyer kelas Asagiri milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.
Kapal kelas Asagiri memiliki bobot sekitar 3.500 ton dengan panjang sekitar 137 meter dan termasuk kategori kapal penghancur atau destroyer.
Saat ini kapal-kapal kelas Asagiri difungsikan oleh Jepang sebagai kapal latih.
Kapal tersebut pernah mengunjungi Indonesia pada awal 2023 dalam rangka misi diplomatik.
Jika terealisasi, kerja sama ini berpotensi menjadi salah satu bentuk transfer alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbesar antara Jepang dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
- Penulis :
- Leon Weldrick





