HOME  ⁄  Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Maluku Jadikan Sektor Maritim Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Maluku Jadikan Sektor Maritim Motor Utama Pertumbuhan Ekonomi
Foto: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menghadiri Rapat Koordinasi bersama Gubernur Maluku dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku serta Bupati/Wali Kota dan Forkopimda Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis 4/6/2026 (sumber: Kemendagri)

Pantau - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah di Provinsi Maluku mengoptimalkan potensi maritim sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ribka menyampaikan hal tersebut usai Rapat Koordinasi bersama Gubernur Maluku, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, para bupati dan wali kota se-Maluku, serta Forkopimda kabupaten/kota se-Provinsi Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (4/6/2026).

Ia menilai Maluku memiliki kekayaan sumber daya laut yang sangat besar dan strategis untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

"Maluku memiliki potensi maritim yang sangat besar dan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Ribka.

Potensi Maritim Dinilai Sangat Menjanjikan

Ribka mengatakan prospek sektor maritim Maluku sangat menjanjikan karena didukung sumber daya yang berada di atas maupun di bawah laut.

Potensi unggulan yang dimiliki Maluku antara lain sektor perikanan, mutiara, dan berbagai sumber daya kelautan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya maritim yang lebih baik dapat menghasilkan pendapatan daerah yang lebih besar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kepulauan.

Ribka menjelaskan sektor kemaritiman memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Ia mengungkapkan bahwa pengelolaan sumber daya kelautan secara optimal telah memberikan kontribusi lebih dari 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Karena itu, Maluku sebagai wilayah kepulauan dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor maritim secara berkelanjutan.

Capaian Ekonomi Daerah dan Peran Swasta

Ribka juga menyoroti sejumlah indikator ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif di Maluku.

Kabupaten Maluku Barat Daya tercatat membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 12,41 persen pada triwulan IV tahun 2025.

Sementara itu, Kota Ambon mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,71 persen yang disebut melampaui rata-rata nasional.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa potensi ekonomi Maluku masih dapat terus dikembangkan melalui penguatan sektor-sektor unggulan, terutama kemaritiman.

Ribka menegaskan pembangunan daerah tidak dapat hanya bergantung pada birokrasi pemerintah.

Ia mendorong keterlibatan aktif sektor swasta dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan daerah.

"Mesin birokrasi harus berjalan lebih efektif dan aktivitas dunia usaha perlu terus berkembang agar ekonomi daerah semakin dinamis," ujarnya.

Sinergi Forkopimda Jaga Stabilitas Pembangunan

Ribka mengapresiasi sinergi yang selama ini terjalin antara pemerintah daerah dan unsur Forkopimda di Maluku.

Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk menjaga stabilitas wilayah sehingga program pembangunan dapat berjalan lancar.

Ia berharap dukungan Forkopimda terhadap pemerintah daerah terus diperkuat demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Maluku.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Hendrik Lewerissa, Nico Barito, dan Abdullah Vanath.

Penulis :
Leon Weldrick