
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan digitalisasi sekolah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran, khususnya di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Digitalisasi Dorong Pembelajaran Lebih Interaktif
Dalam kunjungan kerja di Balikpapan, Sabtu (6/6), Abdul Mu’ti mengatakan setiap peserta didik berhak memperoleh akses terhadap teknologi modern untuk mendukung proses belajar yang lebih efektif.
“Setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern, digitalisasi sekolah bagian dari upaya memastikan pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan,” ungkapnya.
Menurutnya, digitalisasi tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga memperkuat budaya sekolah yang aman dan nyaman melalui penerapan keadaban digital serta perlindungan dari perundungan siber dan konten berbahaya.
Kemendikdasmen mencatat telah menyelesaikan program digitalisasi di 4.230 sekolah di Kalimantan Timur sepanjang 2025 dengan total anggaran mencapai Rp139,35 miliar.
Program tersebut mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga pendidikan kesetaraan.
Ribuan Sekolah Terima Bantuan Perangkat Digital
Abdul Mu’ti menjelaskan perangkat digital yang disalurkan digunakan untuk mendukung penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning sesuai Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Dari total 4.230 sekolah penerima bantuan, sebanyak 1.021 merupakan PAUD, 1.950 SD, 719 SMP, 259 SMA, 177 SMK, 35 SLB, serta 69 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
“Juga terdapat 35 Sekolah Luar Biasa (SLB) serta 69 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB),” ujar Abdul Mu’ti.
Di Kota Balikpapan, program digitalisasi menjangkau 512 sekolah dengan nilai bantuan Rp17,27 miliar, sementara di Samarinda mencakup 624 sekolah senilai Rp20,70 miliar dan di Kabupaten Penajam Paser Utara sebanyak 208 sekolah dengan nilai Rp6,80 miliar.
Mendikdasmen menambahkan digitalisasi harus dibarengi peningkatan kompetensi guru agar perangkat teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkaya metode pembelajaran dan meningkatkan partisipasi siswa.
Pemerintah juga menargetkan distribusi 886.595 perangkat digital secara nasional pada 2026 sebagai bagian dari perluasan akses teknologi pendidikan di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





