HOME  ⁄  Nasional

Wamenhaj Minta Petugas Kesehatan Siaga Hadapi Kedatangan Jamaah Haji Gelombang Kedua di Madinah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamenhaj Minta Petugas Kesehatan Siaga Hadapi Kedatangan Jamaah Haji Gelombang Kedua di Madinah
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah. ANTARA/HO-MCH 2026.)

Pantau - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta petugas kesehatan di Madinah meningkatkan kesiapsiagaan untuk menyambut kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang kedua yang kembali dari Makkah usai menjalani rangkaian puncak ibadah haji.

Jamaah Gelombang Kedua Berisiko Mengalami Kelelahan

Dahnil mengatakan jamaah gelombang kedua membutuhkan perhatian khusus karena telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Makkah serta fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kelelahan fisik yang cukup tinggi pada jamaah saat tiba di Madinah.

“Hati-hati, ini gelombang kedua. Mereka pasti sudah capek di sana, sudah berat. Apalagi setelah puncak haji, kemudian nanti kembali ke sini, ada yang menjalankan arbain dan aktivitas lainnya. Itu bisa akumulatif,” ungkap Dahnil.

Menurutnya, petugas kesehatan tidak hanya menunggu jamaah datang berobat, tetapi harus aktif memantau kondisi kesehatan mereka sejak awal.

“Harus standby dan harus aktif. Selain layanan di sini, tim visitasi ke sektor juga harus berjalan,” ujarnya.

Layanan Kesehatan Diminta Cepat dan Responsif

Dalam kunjungannya ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Dahnil meninjau kesiapan layanan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, serta distribusi kebutuhan medis ke berbagai sektor.

Ia menegaskan layanan kesehatan harus mampu menjangkau jamaah secara cepat dan responsif, terutama bagi lansia dan jamaah yang memiliki risiko kesehatan tinggi.

“Pastikan kebutuhan layanan di sini siap, termasuk obat-obatan dan distribusi ke sektor. Jamaah harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan baik,” kata Dahnil.

Wamenhaj juga mengapresiasi dedikasi petugas kesehatan yang terus bersiaga selama operasional haji berlangsung.

“Kami berterima kasih kepada seluruh petugas kesehatan haji. Tetap jaga kesehatan, tetap siaga, dan berikan layanan terbaik untuk jamaah kita,” ujarnya.

Kementerian Haji dan Umrah memastikan penguatan layanan kesehatan di Madinah menjadi bagian penting dalam fase pasca-Armuzna dengan pemantauan melalui KKHI, sektor pelayanan, dan tim visitasi guna menjaga kesehatan jamaah hingga kembali ke Tanah Air.

Penulis :
Ahmad Yusuf