HOME  ⁄  Nasional

PNM Memasuki Fase Baru Transformasi Organisasi untuk Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

PNM Memasuki Fase Baru Transformasi Organisasi untuk Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
Foto: PNM memasuki fase baru transformasi organisasi seiring dengan penyesuaian struktur dan penguatan kepemimpinan di berbagai lini perusahaan

Pantau - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memasuki fase baru transformasi organisasi melalui penyesuaian struktur organisasi dan penguatan kepemimpinan guna menghadapi tantangan yang semakin kompleks sebagai perusahaan yang memiliki mandat memberdayakan jutaan perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia.

Transformasi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap perubahan lanskap ekonomi, perkembangan digitalisasi, tuntutan efisiensi yang semakin tinggi, serta kebutuhan penguatan tata kelola perusahaan.

Perusahaan tidak hanya memperbarui struktur organisasi, tetapi juga memperkuat fondasi kepemimpinan untuk mengawal transformasi jangka panjang dan meningkatkan efektivitas operasional.

Susunan Kepemimpinan Baru PNM

Dalam struktur korporasi terbaru, Marsudi Syuhud ditunjuk sebagai Komisaris Independen.

Temmy Satya Permana menjabat sebagai Komisaris.

Pada jajaran Direksi, Kindaris menjabat sebagai Direktur Utama.

Sunar Basuki ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama.

L. Dodot Patria Ary Suprianto menjabat sebagai Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan.

Direktur Utama PNM Kindaris menegaskan bahwa keberhasilan transformasi perusahaan tidak hanya ditentukan oleh perubahan sistem dan proses bisnis.

"Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, PNM terus melakukan penguatan dan pembaruan di berbagai aspek organisasi. Namun pada akhirnya, perubahan yang paling menentukan adalah perubahan pada manusianya, bagaimana kita terus belajar, beradaptasi, membuka diri terhadap cara berpikir baru, dan bertumbuh menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi perusahaan ini," ungkapnya.

Transformasi Berorientasi pada Dampak dan Pemberdayaan

Sebagai perusahaan yang melayani perempuan prasejahtera melalui program pembiayaan dan pemberdayaan, PNM menghadapi karakteristik tantangan yang berbeda dibandingkan lembaga keuangan pada umumnya.

PNM dituntut mampu mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus menjalankan misi sosial dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, transformasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target bisnis.

Transformasi juga diarahkan pada penguatan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan.

"Kita bekerja dengan hati. Kita hadir untuk memberdayakan. Kita tumbuh bersama jutaan perempuan prasejahtera yang setiap harinya berjuang untuk keluarganya. Oleh karena itu, setiap keputusan yang kita ambil sebagai pemimpin harus selalu berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama," ujar Kindaris.

Penguatan organisasi ini berlangsung setelah perubahan status PNM menjadi Persero.

Perubahan status tersebut menuntut perusahaan menjadi lebih adaptif, lebih lincah merespons perubahan, mampu memenuhi ekspektasi pemegang saham, serta tetap menjaga mandat pemberdayaan yang menjadi identitas perusahaan.

Kindaris menyatakan optimisme bahwa modal terbesar PNM terletak pada budaya gotong royong dan kolaborasi yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.

"Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada target yang harus dicapai, perubahan yang harus dijalankan, dan tantangan yang harus diselesaikan. Namun saya percaya, dengan semangat kolaborasi dan budaya saling menguatkan yang selama ini menjadi kekuatan PNM, kita akan mampu melewati setiap proses transformasi dengan baik," katanya.

Melalui transformasi tersebut, PNM menegaskan bahwa perubahan tidak sekadar berupa penyesuaian struktur organisasi atau pergantian jabatan.

Transformasi dimaknai sebagai upaya membangun organisasi yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, lebih tangguh menghadapi tantangan, serta mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan jutaan keluarga Indonesia.

Penulis :
Leon Weldrick