
Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa Kementerian PU telah menyelesaikan pembangunan 222 gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 30 provinsi sebagai dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pembangunan tersebut mencakup sejumlah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kawasan perbatasan negara.
Dody mengatakan, "Kita sudah kerjakan ada sekitar 222 SPPG. Sebagian ada juga yang di wilayah 3T. Jadi titiknya itu kita koordinasi langsung dengan BGN dan Kemendagri. Kita hanya survei saja, apakah tanahnya bisa segera kita bangun. Karena kita juga kan dikejar target."
Menurut Dody, lokasi pembangunan dapur MBG ditentukan melalui koordinasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kementerian PU bertugas melakukan survei kesiapan lahan, memastikan lahan siap dibangun, serta mempercepat proses pembangunan sesuai target yang ditetapkan.
Proses Serah Terima kepada BGN Berlangsung
Dody memastikan seluruh pembangunan gedung SPPG telah selesai secara fisik.
Saat ini, proses yang sedang berjalan adalah serah terima aset dari Kementerian PU kepada BGN.
Ia mengatakan, "Saat ini sedang berproses serah terima dengan BGN. Mungkin BGN akan mengecek satu per satu. Tapi secara utuh sudah selesai semua."
Menurutnya, BGN diperkirakan akan melakukan pemeriksaan terhadap setiap fasilitas sebelum menerima aset secara resmi untuk memastikan kesiapan operasional.
Kementerian PU juga berencana berkoordinasi dengan pimpinan baru BGN guna memastikan pemanfaatan fasilitas berjalan optimal dan operasional seluruh SPPG dapat segera dilaksanakan.
Jangkau Wilayah 3T dan Perbatasan
Pemerintah berharap kehadiran SPPG dapat memperluas layanan makanan bergizi bagi masyarakat, termasuk di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan gizi.
Sejumlah fasilitas dibangun di kawasan perbatasan dan wilayah 3T.
Di antaranya adalah SPPG di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, dan SPPG di PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.
SPPG di PLBN Wini dibangun di atas lahan seluas 1.408,63 meter persegi.
Sementara itu, SPPG di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan seluas 1.469,12 meter persegi.
Setiap gedung SPPG dilengkapi dengan dapur utama, area cuci alat dan bahan makanan, gudang kering, gudang basah, ruang penyimpanan peralatan, area parkir, jaringan air bersih, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Fasilitas pendukung lainnya meliputi ruang panel, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan sarana operasional lainnya.
Penyediaan fasilitas tersebut bertujuan menjamin standar kebersihan, menjaga kualitas pengolahan makanan, serta mendukung keberlanjutan lingkungan dalam pelaksanaan program layanan gizi masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka





