HOME  ⁄  Nasional

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Timur, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Foto: (Sumber: Keterangan BMKG atas titik koordinat gempa berada pada 0,26 Lintang Selatan (LS) dan 125,07 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 km. (ANTARA/HO-BMKG).)

Pantau - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, pada Minggu pukul 01.56 WIB, dengan pusat gempa berada 124 kilometer tenggara Tutuyan pada kedalaman 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut terjadi di koordinat 0,26 Lintang Selatan dan 125,07 Bujur Timur.

BMKG memastikan gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di sekitar pusat gempa dengan intensitas yang bervariasi.

Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah

BMKG mencatat intensitas gempa di wilayah Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mencapai III-IV MMI.

Sementara itu, wilayah Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, merasakan guncangan dengan intensitas III MMI.

Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.

Pada skala IV MMI, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah dan beberapa benda ringan dapat bergoyang atau bergetar.

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG hingga pukul 02.15 WIB, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan.

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Hingga laporan ini disampaikan, belum ada informasi mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut.

Data BMKG menunjukkan gempa terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026, dengan magnitudo 5,7, berlokasi 124 kilometer tenggara Tutuyan, Sulawesi Utara, pada kedalaman 10 kilometer dan tanpa potensi tsunami.

Penulis :
Gerry Eka