HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Timur Ungkap Dugaan Penyebab Jalan Amblas Berulang di Sejumlah Ruas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkot Jakarta Timur Ungkap Dugaan Penyebab Jalan Amblas Berulang di Sejumlah Ruas
Foto: (Sumber : Personel Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur memperbaiki jalan amblas di Jalan Kampung Kramat RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Kamis (26/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)..)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur menduga jalan amblas yang berulang di sejumlah ruas jalan disebabkan oleh proses pemadatan material yang kurang optimal, termasuk pada bekas galian utilitas yang tidak ditangani secara maksimal setelah pekerjaan selesai.

Pemadatan Material Diduga Tidak Sesuai Standar

Ketua Subkelompok Bidang Pekerjaan Umum Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup Jakarta Timur Yogi Metropeni mengatakan temuan tersebut diperoleh setelah dilakukan pemantauan terhadap sejumlah titik jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan.

“Diduga saat proses perbaikan tidak menggunakan alat berat yang memadai hingga hasil pemadatan dan pengaspalan kurang optimal,” ungkapnya.

Pemantauan dilakukan di empat lokasi yang sempat mengalami kerusakan, yakni Jalan Raya Pondok Gede di Kelurahan Lubang Buaya, dua titik di Jalan Raya TMII Pintu 1 di Kelurahan Pinang Ranti, serta Jalan Raya Bekasi Timur di Kelurahan Jatinegara Kaum.

Menurut Yogi, hasil evaluasi menunjukkan kualitas pemadatan pada beberapa titik kemungkinan belum memenuhi kebutuhan teknis sehingga menyebabkan permukaan jalan kembali turun setelah dilintasi kendaraan bermuatan berat.

Ia menambahkan kondisi jalan yang masih bergelombang menjadi indikasi bahwa struktur timbunan di bawah permukaan jalan belum sepenuhnya stabil.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di simpang Jalan Raya Bekasi Timur dan Jalan Jatinegara Kaum yang telah beberapa kali mendapatkan penambalan namun masih menunjukkan gejala penurunan.

Bekas Galian Pipa Jadi Sorotan

Kepala Satuan Pelaksana Bina Marga Kecamatan Makasar Dodi Julianto mengungkapkan kasus yang paling menonjol terjadi di Jalan Raya Pondok Gede tepatnya di depan Mess Kartika Patria Denma Mabesad.

Lokasi tersebut tercatat telah diperbaiki sebanyak tiga kali karena kembali mengalami penurunan permukaan jalan.

Perbaikan terakhir dilakukan pada 2 Juni 2026 dengan menggunakan material aspal hotmix dan cold mix.

Menurut Dodi, hasil evaluasi sementara mengarah pada dugaan bahwa bekas galian pipa tidak dipadatkan secara sempurna saat dilakukan penutupan kembali.

Seiring waktu dan tingginya intensitas kendaraan yang melintas, lapisan tanah di bawah aspal mengalami penurunan hingga memicu jalan amblas.

Kerusakan di lokasi tersebut sempat mencapai kedalaman sekitar 50 sentimeter dengan ukuran sekitar 3 meter x 1,5 meter sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Sebagai langkah antisipasi, petugas memasang penanda menggunakan cat semprot putih di area yang masih dalam pengawasan agar pengendara lebih waspada saat melintas.

Dodi menegaskan penggunaan alat berat seperti finisher atau asphalt paver sangat penting dalam pekerjaan perbaikan jalan untuk menghasilkan permukaan yang rata dan tingkat kepadatan sesuai standar teknis.

Selain menangani jalan amblas, Pemerintah Kota Jakarta Timur juga mencatat sebanyak 69 titik jalan rusak di Kecamatan Makasar telah diperbaiki dan saat ini berada dalam kondisi baik, meski pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan hasil pekerjaan bertahan dalam jangka panjang.

Penulis :
Ahmad Yusuf