
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 20 gempa bumi susulan terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin pagi.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan hingga pukul 10.00 WIB, aktivitas gempa susulan yang terdeteksi memiliki magnitudo antara 3,9 hingga 6,7.
“Hingga pukul 10.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 20 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,9-6,7, dan dua gempa dirasakan,” ungkap Wijayanto.
Gempa Dirasakan di Sejumlah Wilayah Indonesia
BMKG mencatat gempa utama yang terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dirasakan kuat di wilayah Miangas dan Melonguane dengan intensitas VI MMI.
Getaran juga dirasakan di Siau dan Tagulandang dengan intensitas V MMI.
Sementara itu, wilayah Morotai, Halmahera Utara, dan Kota Manado mengalami guncangan dengan intensitas IV MMI.
Di Toli-Toli dan Kabupaten Gorontalo Utara, gempa dirasakan pada skala III-IV MMI.
Sedangkan getaran dengan intensitas III MMI dirasakan di Batang, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur, dan Halmahera Tengah.
Peringatan Dini Tsunami Berakhir
Wijayanto menjelaskan hasil observasi di sejumlah wilayah terdampak menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 10.15.51 WIB.
Saat ini BMKG masih terus memantau aktivitas gempa susulan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait perkembangan situasi di lapangan.
Dia juga mengingatkan masyarakat untuk hanya mengakses informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.
Gempa utama magnitudo 7,7 tersebut berpusat di laut pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 47 kilometer.
Episenter gempa berada sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.
- Penulis :
- Aditya Yohan





