
Pantau - Gempa susulan berkekuatan magnitudo 3,8 hingga 4,9 terus mengguncang Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, sejak Senin malam hingga Selasa dini hari, dengan BMKG memastikan seluruh aktivitas seismik tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan data BMKG, sejak pukul 22.00 WIB pada Senin (8/6), sedikitnya 15 gempa susulan tercatat terjadi di wilayah Kepulauan Sangihe.
Gempa terbaru berkekuatan magnitudo 4,1 tercatat berpusat di koordinat 5,45 Lintang Utara dan 125,40 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyatakan data yang dirilis mengutamakan kecepatan sehingga masih dapat berubah seiring dengan pembaruan dan kelengkapan data yang diterima.
Gempa Susulan Berawal dari Guncangan Magnitudo 5,3
Rangkaian gempa susulan ini terjadi setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin sekitar pukul 21.53 WIB.
Menurut BMKG, gempa utama berlokasi pada koordinat 5,65 Lintang Utara dan 124,80 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Pusat gempa berada sekitar 239 kilometer dari Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
BMKG memastikan gempa utama maupun gempa susulan yang terjadi tidak berpotensi memicu tsunami.
BMKG Terus Pantau Aktivitas Seismik
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah Sulawesi Utara guna memberikan informasi terkini kepada masyarakat.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG terkait perkembangan gempa susulan di Kepulauan Sangihe.
Sebelumnya, wilayah Sulawesi Utara juga terdampak aktivitas gempa kuat di kawasan Laut Sulawesi yang memicu serangkaian gempa susulan di sejumlah daerah sekitar.
- Penulis :
- Aditya Yohan





