HOME  ⁄  Nasional

Stefanus Liow Buka Final LCC Empat Pilar MPR RI Sulawesi Utara, Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan bagi Generasi Muda

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Stefanus Liow Buka Final LCC Empat Pilar MPR RI Sulawesi Utara, Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan bagi Generasi Muda
Foto: (Sumber:Anggota MPR RI Stefanus B.A.N. Liow membuka LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Manado sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital.)

Pantau - Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara, Stefanus B.A.N. Liow, secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara di Manado pada Sabtu, 27 Juni 2026, sebagai upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan era digital.

Sembilan Sekolah Bersaing Menuju Grand Final Nasional

Sebanyak sembilan SMA dan sederajat terbaik dari berbagai daerah di Sulawesi Utara lolos ke babak final tingkat provinsi setelah melalui proses seleksi yang ketat.

Kesembilan sekolah tersebut terdiri atas SMAS Dian Harapan Manado, SMA Katolik Rex Mundi Manado, SMAN 2 Tomohon, SMAN 1 Tahuna, SMA Kristen Eben Haezar Manado, MAN 1 Bolaang Mongondow Plus Keterampilan, SMAN 1 Pinogaluman, SMAN 2 Bitung, dan SMAS Katolik Theodorus Kota Kotamobagu.

Para peserta dibagi ke dalam tiga grup yang mengikuti tiga babak penyisihan dengan kategori Wawasan Empat Pilar, Tematik Empat Pilar, dan babak rebutan sebelum memperebutkan tiket menuju Grand Final LCC Empat Pilar MPR RI yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Gedung MPR RI, Jakarta.

Dewan juri terdiri atas Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Dr. Ferry Laud Liando, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Dr. Dani R. Pinasang, serta Lektor Kepala Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado Dr. Julien Biringan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Dr. Femmy J. Suluh, para kepala sekolah, guru pembina, dan pendamping peserta.

Tekankan Nilai Empat Pilar dan Inovasi Kompetisi

Dalam sambutannya, Stefanus menegaskan LCC Empat Pilar bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda dengan pendekatan yang relevan terhadap perkembangan zaman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Pendidikan Daerah beserta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Stefanus mengatakan perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi, hoaks, dan disinformasi di tengah dominasi Generasi Z dan awal Generasi Alpha yang merupakan kelompok digital native.

Berdasarkan evaluasi kuantitatif dan survei nasional yang melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi, lebih dari 80 persen generasi muda Indonesia memiliki kebanggaan tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun membutuhkan metode pembelajaran kebangsaan yang lebih segar, dinamis, dan partisipatif.

"Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar hadir bukan sebagai doktrinasi satu arah, melainkan metode pembelajaran yang edukatif, kompetitif, sekaligus menyenangkan," ungkapnya.

Melalui kompetisi tersebut, peserta tidak hanya dituntut menghafal materi, tetapi juga dilatih berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, mengambil keputusan secara cepat, serta menjunjung tinggi demokrasi, sportivitas, dan kejujuran.

Stefanus menjelaskan penyelenggaraan LCC tahun 2026 menghadirkan pembaruan berupa digitalisasi sistem bank soal, mekanisme penilaian secara real time, serta standardisasi tata kelola dewan juri untuk menjamin transparansi, profesionalisme, dan keadilan.

Ia mengungkapkan antusiasme sekolah di Sulawesi Utara meningkat signifikan dengan 87 sekolah mendaftar dan 57 sekolah mengikuti seleksi daring hingga terpilih sembilan finalis terbaik.

Menurut Stefanus, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya literasi kebangsaan pelajar Sulawesi Utara yang menjadi representasi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Materi yang diperlombakan mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 beserta Ketetapan MPR RI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Empat pilar ini tidak boleh berhenti sebagai hafalan. Nilai-nilainya harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari karena menjadi fondasi yang menjaga Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global," ujarnya.

Stefanus juga menilai Sulawesi Utara merupakan contoh daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi melalui filosofi "Torang Samua Basudara" dan "Si Tou Timou Tumou Tou" yang mengajarkan pentingnya hidup untuk memanusiakan sesama.

Ia berharap seluruh peserta membawa pulang semangat nasionalisme ke sekolah dan daerah masing-masing, terlepas dari hasil akhir perlombaan.

Pemprov Sulut Dorong LCC hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Femmy J. Suluh, menyampaikan apresiasi Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus kepada MPR RI atas konsistensinya membumikan ideologi bangsa melalui LCC Empat Pilar.

Menurut Femmy, berbagai inovasi yang dilakukan MPR RI membuat kompetisi tersebut semakin menarik dan relevan bagi generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa pada 2024 kompetisi hanya berlangsung hingga tingkat provinsi, sedangkan sejak 2025 para juara kembali memperoleh kesempatan tampil di tingkat nasional dan pola tersebut berlanjut pada 2026.

"Melalui kompetisi ini kita sedang menanam investasi terbaik bagi masa depan Indonesia. Kehadiran peserta di panggung nasional bukan hanya membangun kebanggaan pribadi, tetapi juga mempererat persatuan bangsa," katanya.

Femmy berharap para peserta dan alumni LCC menjadi duta Pancasila dan konstitusi di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Ia menilai pemahaman terhadap Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika akan membentuk generasi muda yang kritis, tidak mudah terprovokasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga berencana memperluas penyelenggaraan LCC hingga tingkat kabupaten dan kota agar semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan menjadi Duta Pancasila dan Duta Konstitusi.

Femmy mengapresiasi pemerataan peserta pada tahun ini karena tidak lagi didominasi sekolah dari Kota Manado, tetapi juga berasal dari Sangihe, Bolaang Mongondow, Minahasa, Tomohon, Bitung, dan daerah lainnya di Sulawesi Utara.

Ia menegaskan keberhasilan peserta tidak hanya diukur dari kecepatan menekan bel atau besarnya nilai, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai Empat Pilar berakar kuat dalam diri mereka sebagai calon pemimpin Indonesia di masa depan.

Penulis :
Gerry Eka