
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan transformasi pendidikan perlu dimulai dari pendekatan pembelajaran di kelas dengan menempatkan pengalaman belajar murid sebagai bagian utama dalam proses pendidikan.
Menurut Mu’ti, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan materi yang diajarkan, tetapi juga bagaimana murid mengalami proses belajar sehingga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.
“Kita ingin memperbaiki problematika pendidikan kita itu dari hulunya, yaitu dari pendekatan pembelajaran yang kita kembangkan, yang kita sebut dengan Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam,” kata Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Pembelajaran Mendalam Berpusat pada Murid
Mu’ti menjelaskan Pembelajaran Mendalam dibangun berdasarkan prinsip Mindful atau berkesadaran, Meaningful atau bermakna, serta Joyful atau menyenangkan.
Pendekatan tersebut menempatkan pengalaman belajar murid sebagai pusat sekaligus menekankan kualitas proses sebagai faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran.
“Pembelajaran Mendalam adalah pembelajaran yang ingin kita lakukan dengan prinsip dasar memuliakan. Kata kuncinya adalah memuliakan: memuliakan murid, memuliakan guru, dan memuliakan ilmu. Di atas itu semua adalah sikap pandang kita dalam memandang setiap murid, murid itu harus kita muliakan apa pun kemampuan akademiknya, apa pun latar belakang ekonominya, apa pun latar belakang (lainnya) dalam Pembelajaran Mendalam itu,” kata Mendikdasmen.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin juga menilai penguatan Pembelajaran Mendalam menjadi elemen penting dalam transformasi pendidikan, termasuk pendidikan vokasi agar semakin adaptif.
Aksi PM Libatkan 250 Satuan Pendidikan
Kemendikdasmen menerapkan penguatan Pembelajaran Mendalam melalui Apresiasi Karya Implementasi Pembelajaran Mendalam (Aksi PM) pada jenjang SMK.
Ajang tersebut menjadi wadah bagi guru SMK untuk menjawab tantangan pembelajaran, mengeksplorasi strategi baru, serta menyebarkan praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah lain.
“Aksi PM menjadi ruang apresiasi bagi guru SMK yang telah menerapkan Pembelajaran Mendalam di kelas. Karya yang ditampilkan menggambarkan perjalanan pembelajaran secara utuh, dari masalah yang dihadapi, strategi pedagogis yang dipilih, hingga bukti pembelajaran dan dokumen pendukung. Dengan kata lain, yang kita nilai bukan sekadar bagusnya poster, tetapi seberapa dalam pembelajaran itu mengubah pengalaman belajar murid,” kata Tatang.
Menurut Tatang, pendidikan vokasi yang unggul membutuhkan guru yang terus belajar dan berinovasi untuk mempersiapkan siswa menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.
Rangkaian Aksi PM berlangsung pada 22 Juli hingga 9 Agustus 2026 dengan melibatkan 250 satuan pendidikan sasaran pelatihan tahun 2025.
Dari rangkaian tersebut, sebanyak 10 karya terbaik terpilih untuk memperoleh penghargaan dalam berbagai kategori.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



