HOME  ⁄  Nasional

Bapanas Perketat Pengawasan Pangan untuk Jaga Harga Tetap Terjangkau Saat Rupiah Melemah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bapanas Perketat Pengawasan Pangan untuk Jaga Harga Tetap Terjangkau Saat Rupiah Melemah
Foto: (Sumber : Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto menjawab pertanyaan awak media ditemui di Jakarta, Senin (8/6/2026). ANTARA/Harianto..)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan melalui pemantauan intensif guna mengantisipasi dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan pemerintah terus memonitor berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas pangan nasional.

"Jadi ada upaya-upaya dari pemerintah, ini (pelemahan rupiah) pasti dimonitor. Kita targetnya adalah stabilisasi pasokan dan harga pangan," kata Andriko saat ditemui di sela Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026 di Kantor Bapanas, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dengan harga yang terjangkau di berbagai daerah.

Fokus Jaga Pasokan dan Harga Pangan

Bapanas menegaskan stabilisasi pasokan dan harga pangan menjadi target utama pemerintah untuk melindungi kepentingan produsen maupun konsumen.

Menurut Andriko, stabilitas pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan barang di pasar, tetapi juga menjaga harga tetap berada pada tingkat yang wajar.

"Stabil itu adalah stabil pasokan, stabil harganya ya baik di tingkat produsen maupun di tingkat konsumen, yang terus kita upayakan," ungkapnya.

Pemerintah juga memperhatikan harga komoditas di tingkat produsen agar petani dan pelaku usaha sektor pangan tetap memperoleh keuntungan yang layak.

Evaluasi Komoditas Strategis Terus Dilakukan

Andriko menyebut pemerintah terus membahas perkembangan harga sejumlah komoditas strategis, termasuk tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Pembahasan tersebut dilakukan untuk memastikan harga yang diterima produsen tidak merugikan dan tetap memberikan nilai ekonomi yang baik.

Selain komoditas sawit, pemerintah juga membuka peluang evaluasi terhadap harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sesuai perkembangan kondisi pasar.

"Jadi, pemerintah terus melakukan monitoring terkait dengan apa yang terjadi di masyarakat," ujar Andriko.

Bapanas menegaskan pengawasan dan penyesuaian kebijakan akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan nasional di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Penulis :
Aditya Yohan