HOME  ⁄  Nasional

Disdik DKI Dukung Transformasi Ekosistem Pengajaran untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Disdik DKI Dukung Transformasi Ekosistem Pengajaran untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Foto: (Sumber : Jajaran pimpinan Dinas Pendidikan DKI Jakarta Anggota DPR RI Putra Nababan menghadiri penutupan School Leadership Workshop di Jakarta, Jumat (5/6/2026) yang diikuti lebih dari 200 kepala sekolah SD dari seluruh Jakarta. ANTARA/HO LIFT.)

Pantau - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mendukung transformasi ekosistem pengajaran untuk memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan Literacy for the Future (LIFT) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

LIFT Kenalkan Ekosistem Pembelajaran Transformasional

Melalui kegiatan School Leadership Workshop yang digelar pekan lalu, LIFT memperkenalkan ekosistem pembelajaran transformasional yang mengintegrasikan kepala sekolah, guru, orang tua, komunitas, budaya membaca, serta evaluasi berbasis data.

Dalam konsep tersebut, murid ditempatkan sebagai pusat pembelajaran dengan pemanfaatan buku nonteks sebagai instrumen utama bernama Nexus.

"Ide besar membutuhkan tindakan, kebijakan membutuhkan keteladanan, kolaborasi membutuhkan kesungguhan, dan masa depan murid membutuhkan kepemimpinan yang menghadirkan perubahan," ungkap Kepala Disdik DKI Jakarta Nahdiana.

Workshop tersebut diikuti lebih dari 200 kepala sekolah dasar dari berbagai wilayah Jakarta.

Pendiri LIFT Elwin Tobing menyebut inovasi Nexus dihadirkan sebagai pendekatan baru untuk mengatasi tantangan pendidikan nasional.

Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA), sekitar 75 hingga 80 persen murid Indonesia selama lebih dari dua dekade masih berada di bawah tingkat kompetensi dasar dalam literasi, numerasi, dan sains.

Sementara itu, kurang dari satu persen murid Indonesia mencapai tingkat kompetensi global.

"Nexus hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mobilisasi nasional untuk mengatasi krisis pendidikan Indonesia. Kurikulum dan pembelajaran formal tetap penting, tetapi tidak cukup. Kita membutuhkan inovasi yang mampu menggerakkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan secara terintegrasi, terarah, dan efisien," ujar Elwin.

Pendidikan Berkualitas Dinilai Kunci Masa Depan Bangsa

Elwin menambahkan peningkatan kualitas pendidikan tidak selalu membutuhkan biaya besar, melainkan memerlukan ruang bagi inovasi yang berdampak dan terukur.

"Yang dibutuhkan adalah ruang bagi inovasi yang berdampak, terukur, dan efisien untuk bekerja bersama pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat," katanya.

Anggota DPR RI Putra Nababan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pendidikan berkualitas untuk menghadapi tantangan masa depan.

"Di tengah tantangan yang semakin berat, saya tidak bisa membayangkan seperti apa masa depan anak-anak kita bila tidak dibekali pendidikan yang berkualitas dari seluruh aspek," ungkap Putra.

Ia berharap inovasi pembelajaran yang dikembangkan dapat diterapkan lebih luas karena menyasar persoalan mendasar pendidikan Indonesia, mulai dari literasi, numerasi, minat sains hingga pembentukan karakter murid.

Penulis :
Aditya Yohan