
Pantau - Korps Marinir TNI AL menjelaskan rutinitas latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang diikuti anggota Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih, mulai dari bangun pukul 04.30 WIB hingga beristirahat pada pukul 21.30 WIB di bawah bimbingan para pelatih, dengan tujuan membentuk disiplin, kekompakan, dan kesiapan peserta.
Rutinitas Harian Peserta Latsarmil
Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin mengatakan kegiatan peserta dimulai setiap hari pada pukul 04.30 WIB.
Peserta mengawali aktivitas dengan bangun pagi dan melaksanakan ibadah shalat Subuh.
"Kemudian melaksanakan ibadah shalat Subuh. Selanjutnya kami lanjutkan kegiatan olahraga, pembinaan fisik, kemudian dilanjutkan makan pagi," ungkap Agus.
Setelah sarapan, peserta mengikuti apel pagi sebelum menjalani latihan baris-berbaris.
Peserta kemudian memasuki kelas untuk mengikuti materi pembelajaran hingga sore hari.
Usai kegiatan di kelas, peserta mengikuti pengasuhan bersama para pelatih sebagai bagian dari pembekalan selama pendidikan.
"Pengasuhan adalah pemberian bekal-bekal, salah satunya mungkin pengenalan lingkungan, kemudian etika selama di sini, sikap PBB, dan sebagainya. Termasuk bekal-bekal keseragaman dan kekompakan," jelasnya.
Materi pengasuhan mencakup pengenalan lingkungan, etika selama pelatihan, sikap dalam Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta pembentukan keseragaman dan kekompakan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta memperoleh waktu untuk beristirahat, melaksanakan ibadah, makan, dan tidur pada pukul 21.30 WIB.
Sistem Penghargaan dan Hukuman
Seluruh rangkaian pelatihan dilaksanakan dengan pendampingan para pelatih dari Korps Marinir TNI AL yang menerapkan sistem penghargaan (reward) dan hukuman kepada peserta.
Penghargaan diberikan kepada peserta yang berprestasi, sedangkan hukuman dijatuhkan kepada peserta yang melanggar peraturan selama mengikuti pendidikan.
Agus menegaskan hukuman yang diterapkan tidak menggunakan standar kemiliteran pada umumnya, melainkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.
Penerapan sistem penghargaan dan hukuman tersebut bertujuan meningkatkan disiplin serta semangat peserta selama mengikuti latihan dasar kemiliteran.
Agus menyampaikan hingga saat ini seluruh rangkaian pelatihan dasar kemiliteran berlangsung aman dan kondusif.
Ia berharap seluruh proses pendidikan dapat diselesaikan dengan baik sehingga seluruh peserta memperoleh bekal ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan saat mengelola Koperasi Desa Merah Putih.
- Penulis :
- Arian Mesa





