
Pantau - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengatakan belum ditemukan unsur kelalaian terkait meninggalnya tiga peserta saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diperuntukkan bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Latsarmil Tetap Dievaluasi
Dudung menyampaikan pelaksanaan latsarmil tetap dievaluasi setelah adanya laporan tiga peserta meninggal dunia.
"Ada latihan militer yang memang sedang dievaluasi dan mendapat informasi dari Sesneg belum ada tingkat kelalaiannya. Karena memang ya namanya meninggal mungkin kan tidak serta-merta latihan militer," ungkap Dudung.
Dudung menambahkan ketiga peserta dimungkinkan memiliki riwayat kesehatan tertentu.
Menurut Dudung, latsarmil bagi peserta SPPI tidak termasuk kategori latihan dengan intensitas berat.
Ia mengungkapkan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelatihan berjalan sesuai prosedur.
Evaluasi tersebut juga bertujuan memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas dalam pelaksanaan pelatihan.
Dudung turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya ketiga peserta SPPI.
"Mudah-mudahan ke depannya apapun pelatihan ini harus sesuai dengan prosedur. Faktor keselamatan yang harus diutamakan sehingga tidak menimbulkan korban," ujar Dudung.
Kronologi Meninggalnya Tiga Peserta
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Selasa, 23 Juni 2026, mengonfirmasi dua peserta Program SPPI untuk KDMP dan KNMP meninggal dunia, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Rico Ricardo Sirait menjelaskan Anisa mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.
Anisa Muyassaroh meninggal dunia akibat serangan panas (heat stroke).
Yonanda Muhammad Taufiq mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.
Yonanda mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin, 15 Juni 2026.
Yonanda sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Yonanda meninggal dunia akibat henti jantung.
Kemhan kemudian mengumumkan satu peserta lainnya yang meninggal dunia, yaitu Novia Rahmadhani Sihotang.
Novia merupakan peserta Program SPPI KNMP 2026 yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.
Rico Ricardo Sirait menjelaskan Novia mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti latsarmil pada Senin, 22 Juni 2026.
Novia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis.
Kondisi Novia terus menurun hingga meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa





