HOME  ⁄  Nasional

Rycko Menoza Dorong Edukasi Politik Perkotaan Diperluas demi Dongkrak Partisipasi Pemilih 2029

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Rycko Menoza Dorong Edukasi Politik Perkotaan Diperluas demi Dongkrak Partisipasi Pemilih 2029
Foto: Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan 2026 di Bandarlampung (sumber: Tim Rycko Menoza)

Pantau - Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza mendorong perluasan edukasi politik di kawasan perkotaan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu, terutama generasi muda dan pemilih pemula.

Dorongan tersebut disampaikan Rycko dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan 2026 di Bandarlampung, Sabtu, 8 Agustus 2026.

"Edukasi politik di kawasan perkotaan perlu diperluas, mengingat dinamika pemilih di wilayah ibu kota provinsi berbanding lurus dengan tingginya konsentrasi sekolah dan lembaga pendidikan tinggi," ujar Rycko.

Menurut Rycko, tingginya konsentrasi sekolah dan lembaga pendidikan tinggi di kawasan perkotaan belum sepenuhnya diikuti tingginya antusiasme masyarakat untuk menggunakan hak pilih dalam pemilu.

Kondisi tersebut menunjukkan tingkat partisipasi pemilih di wilayah perkotaan masih perlu ditingkatkan meskipun masyarakat memiliki akses relatif besar terhadap institusi pendidikan.

"Melalui kegiatan pendidikan pemilih berkelanjutan ini menjadi instrumen penting agar generasi muda dan pemilih pemula memperoleh wawasan baru. Kita ingin mereka tidak lagi asing atau apatis terhadap pesta demokrasi," katanya.

Partisipasi Pemilih Bandarlampung Terendah di Lampung

Rycko menyoroti Kota Bandarlampung yang mencatat tingkat partisipasi pemilih relatif rendah dalam dua agenda politik pada 2024, yakni Pemilu 2024 dan Pilkada 2024.

Berdasarkan data penyelenggara pemilu, tingkat partisipasi masyarakat Kota Bandarlampung pada Pemilu 2024 berada di kisaran 74-75 persen.

Angka tersebut menjadi yang terendah di antara 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, sementara rata-rata tingkat partisipasi pemilih di provinsi tersebut mencapai 80,64 persen.

Partisipasi masyarakat Bandarlampung kembali menurun pada Pilkada 2024 dengan capaian hanya 52,04 persen.

Pada Pilkada 2024, Kota Bandarlampung memiliki 786.182 pemilih yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 409.093 orang menggunakan hak pilihnya.

Capaian 52,04 persen membuat Bandarlampung kembali berada di posisi terendah dalam tingkat partisipasi pemilih di Provinsi Lampung.

Angka tersebut juga menempatkan Bandarlampung dalam kelompok daerah dengan tingkat partisipasi pemilih terendah secara nasional.

"Rendahnya partisipasi di kawasan perkotaan diakibatkan sejumlah faktor, antara lain tingginya angka pemilih apatis atau golongan putih (golput), minimnya efektivitas pola sosialisasi, kendala kesibukan kerja pada hari pemungutan suara, hingga persepsi kritis masyarakat terhadap dinamika kontestasi politik lokal," ujar Rycko.

Pendidikan Pemilih Dibidik Tingkatkan Partisipasi Pemilu 2029

Dengan kondisi tersebut, program sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2026 diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya pemilih pemula, pada Pemilu 2029.

Rycko berharap pendidikan politik dapat memberikan pemahaman lebih utuh kepada pemilih pemula mengenai pentingnya pemilu dan kaitannya dengan keberlanjutan pembangunan.

Pemahaman tersebut diharapkan mendorong generasi muda dan pemilih pemula lebih aktif menggunakan hak pilih serta tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi.

"Jika sejak awal mereka telah dibekali pemahaman dan pengertian yang utuh tentang pentingnya pemilu bagi keberlanjutan pembangunan, kami optimistis target peningkatan partisipasi pemilih pada Pemilu 2029 dapat tercapai," katanya.

Penulis :
Shila Glorya