
Pantau - Pos Pengamatan Gunung (PPG) Lewotobi Laki-Laki menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih tergolong tinggi setelah beberapa kali mengalami erupsi dalam beberapa hari terakhir.
Erupsi Terus Terjadi dengan Kolom Abu Hingga 1.500 Meter
Kepala PPG Lewotobi Laki-Laki Herman Yosep M Boro mengatakan intensitas erupsi gunung tersebut hingga saat ini masih cukup tinggi.
"Sesuai laporan kami, intensitas erupsi sampai saat ini masih cukup tinggi," ungkap Herman.
Menurutnya, aktivitas erupsi berlangsung sejak Jumat (5/6/2026) dan masih terus terjadi hingga Selasa (9/6/2026).
Berdasarkan laporan pengamatan, pada Senin (8/6/2026) terjadi delapan kali erupsi dengan tinggi kolom abu berkisar antara 800 hingga 1.500 meter di atas puncak gunung.
Sementara pada Selasa dini hari hingga pukul 10.35 Wita, tercatat enam kali erupsi dengan ketinggian abu mencapai 600 hingga 1.500 meter.
Meski aktivitas vulkanik masih tinggi, status Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini tetap berada pada level Siaga.
Warga Diimbau Jauhi Radius Bahaya dan Waspadai Lahar
PPG mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi guna menghindari risiko bahaya.
"Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi," ujar Herman.
Selain ancaman erupsi, warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan saat terjadi hujan deras di kawasan puncak gunung.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote yang berada di sepanjang aliran sungai berhulu di Gunung Lewotobi Laki-Laki.
PPG meminta masyarakat di kawasan tersebut meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan berintensitas tinggi terjadi di sekitar gunung.
Warga yang terdampak hujan abu vulkanik juga diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
"Penggunaan masker penting untuk menghindari bahaya abu vulkanik terhadap sistem pernapasan," katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





