HOME  ⁄  Ekonomi

Penyaluran KUR di NTT Tembus Rp1,385 Triliun hingga Mei 2026, Naik 21,03 Persen

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Penyaluran KUR di NTT Tembus Rp1,385 Triliun hingga Mei 2026, Naik 21,03 Persen
Foto: Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Provinsi NTT Adi Setiawan (sumber: ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Pantau - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp1,385 triliun kepada 26.725 debitur hingga 31 Mei 2026 atau meningkat Rp240,84 miliar atau 21,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adi Setiawan selaku Kepala Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu Provinsi NTT mengungkapkan, "Total penyaluran KUR sampai dengan 31 Mei 2026 sebesar Rp1,385 triliun untuk 26.725 debitur, naik Rp240,84 miliar atau 21,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya."

Penyaluran Didominasi Kota Kupang dan Sektor Perdagangan

Penyaluran KUR terbesar berada di Kota Kupang dengan nilai Rp175,51 miliar yang disalurkan kepada 1.966 debitur.

Kabupaten Sikka menempati posisi berikutnya dengan penyaluran sebesar Rp104,76 miliar kepada 2.380 debitur.

Sementara itu, Kabupaten Sabu Raijua menjadi daerah dengan penyaluran KUR terendah, yakni Rp1,97 miliar kepada 43 debitur.

Berdasarkan sektor usaha, perdagangan besar dan eceran menjadi penerima KUR terbesar dengan nilai Rp655,18 miliar atau 47,27 persen dari total penyaluran.

Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan berada di posisi kedua dengan penyaluran mencapai Rp277,08 miliar atau 19,99 persen dari total KUR.

Adi mengungkapkan, "Dari yang saya lihat, disparitas atau perbedaan antarwilayah belum banyak berubah. Meski sempat dilakukan telaah lebih jauh, ada beberapa daerah yang progres penurunannya justru melambat."

Adi berharap kontribusi sektor pertanian dalam penyaluran KUR terus meningkat untuk mendorong produksi komoditas pokok di daerah.

Menurut Adi, peningkatan produksi lokal dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus menekan sensitivitas inflasi terhadap biaya logistik.

BRI Jadi Penyalur Terbesar, KUR Mikro Mendominasi

Bank BRI menjadi lembaga penyalur KUR terbesar di Provinsi NTT dengan realisasi mencapai Rp1,133 triliun kepada 24.753 debitur.

Skema KUR mikro mendominasi penyaluran dengan nilai Rp1,001 triliun kepada 25.227 debitur.

Selain itu, penyaluran KUR Kredit Perumahan (KUR-KPP) mencapai Rp144,28 miliar.

Penyaluran KUR-KPP terdiri atas pembiayaan demand rumah sebesar Rp68,87 miliar kepada 359 debitur dan supply rumah sebesar Rp75,42 miliar kepada 38 debitur.

Adi mengungkapkan, “Ke depan Kanwil DJPb NTT terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga penyalur agar penyaluran KUR lebih merata dan semakin optimal.”

Penulis :
Arian Mesa