HOME  ⁄  Nasional

PGE Gandeng Akademisi Unila Teliti Aktivitas Gempa Mikro di Ulubelu untuk Mitigasi Risiko

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PGE Gandeng Akademisi Unila Teliti Aktivitas Gempa Mikro di Ulubelu untuk Mitigasi Risiko
Foto: (Sumber : Ilustrasi: Wilayah Oprasional PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Ulubelu. ANTARA/HO-Humas PGE.)

Pantau - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Ulubelu bekerja sama dengan akademisi independen dari Universitas Lampung (Unila) untuk melakukan kajian ilmiah terkait aktivitas gempa mikro yang semakin sering dirasakan masyarakat di wilayah Ulubelu, Kabupaten Tanggamus.

Kajian Ilmiah Berbasis Sains untuk Mitigasi Bencana

General Manager PT PGE Tbk Area Ulubelu Edy Sudarmadi mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan tim akademisi Unila ke wilayah operasional perusahaan pada Mei 2026.

“PGE berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan kajian ilmiah yang objektif, independen, dan transparan. Melalui penelitian ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas, terukur, dan berbasis data mengenai aktivitas kegempaan yang terjadi sehingga dapat mendukung upaya mitigasi risiko bencana di masa mendatang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan tim akademisi akan memetakan, menganalisis, dan memantau aktivitas seismik menggunakan metode ilmiah serta peralatan khusus untuk mendeteksi pergerakan struktur bawah permukaan bumi secara lebih rinci.

Penelitian Pertimbangkan Kondisi Geologi Regional

PGE menilai kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat penting untuk memperkuat pemahaman terhadap fenomena geologi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Lampung Prof Ahmad Zaenudin menyatakan penelitian menyeluruh diperlukan untuk memahami sumber dan karakteristik gempa di kawasan Ulubelu.

“Untuk memahami secara komprehensif fenomena gempa yang terjadi di wilayah Ulubelu diperlukan penelitian mendalam dengan menggunakan metode ilmiah yang mampu mendeteksi aktivitas pergerakan struktur bawah permukaan bumi,” ujarnya.

Ia menambahkan penelitian juga perlu mempertimbangkan sejarah geologi kawasan, termasuk dampak jangka panjang gempa Liwa tahun 1994 yang masih menjadi referensi penting dalam studi kegempaan di wilayah Lampung bagian barat.

Penulis :
Ahmad Yusuf