HOME  ⁄  Nasional

Pengamat Nilai Penjajakan Investasi Jepang untuk Proyek Transportasi DKI Jadi Peluang Positif

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pengamat Nilai Penjajakan Investasi Jepang untuk Proyek Transportasi DKI Jadi Peluang Positif
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Foto udara jembatan layang (skybridge) penghubung Stasiun MRT Asean dan Halte Transjakarta CSW di Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.).)

Pantau - Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai penjajakan investasi dari Jepang pada proyek-proyek transportasi strategis di DKI Jakarta merupakan peluang yang baik untuk mempercepat pengembangan layanan transportasi publik.

Investasi Dinilai Dapat Percepat Pengembangan Transportasi

Trubus mengatakan masuknya potensi investasi dari Jepang dapat mendukung peningkatan kualitas dan percepatan pembangunan sistem transportasi di ibu kota.

Ia mengungkapkan, “Ini suatu peluang yang sangat baik dalam rangka untuk memperbanyak dan mempercepat pelayanan transportasi publik di Jakarta.”

Menurutnya, realisasi penjajakan investasi tersebut memerlukan dukungan pemerintah pusat agar dapat diwujudkan secara optimal.

Ia juga menyampaikan, “Menurut saya, kaitan dengan upaya penjajakan investasi dari Jepang ini, kalau memang itu mau dikonkretkan memang harus ada dukungan dari pemerintah pusat.”

Selain dukungan pemerintah, Trubus menekankan pentingnya transparansi kepada publik agar masyarakat memahami skema investasi yang akan diterapkan pada proyek-proyek strategis tersebut.

Berpotensi Ciptakan Lapangan Kerja dan Perkuat Kerja Sama

Trubus menilai investasi Jepang juga berpotensi membuka peluang kerja baru bagi masyarakat seiring dengan pelaksanaan proyek transportasi di Jakarta.

Ia mengatakan, “Ini membuka peluang-peluang lebih luas, termasuk lapangan pekerjaan dan sebagainya.”

Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir yang bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membahas potensi investasi dan meninjau sejumlah proyek strategis.

Kerja sama itu turut diperkuat oleh hubungan sister province antara Jakarta dan Tokyo yang telah terjalin sejak 1989 serta keberadaan lebih dari 10 ribu warga Jepang yang bekerja di sekitar 1.500 perusahaan di ibu kota.

Penulis :
Ahmad Yusuf