
Pantau - Sejumlah peristiwa penting mewarnai sektor ekonomi pada Selasa (9/6), mulai dari keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen hingga penguatan kerja sama investasi, ekonomi digital, dan energi hijau antara Indonesia dan Singapura.
BI Naikkan Suku Bunga dan IHSG Menguat
Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah serta menjaga inflasi tetap terkendali.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, “Kenaikan suku bunga acuan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil untuk meningkatkan daya tarik masuknya aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia.”
Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 404,51 poin atau 7,57 persen ke level 5.746,65 yang didorong rencana buyback saham BUMN berkapitalisasi besar dan keputusan kenaikan BI-Rate.
Ekspor Manufaktur dan Target Pertumbuhan Ekonomi
Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan porsi ekspor industri manufaktur dari sekitar 20 persen menjadi 30 persen tanpa mengurangi pasokan untuk kebutuhan dalam negeri.
Sementara itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.
“Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia pada tahun 2027 dapat tumbuh kuat dalam kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen,” ungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
RI dan Singapura Perkuat Kolaborasi Ekonomi
Indonesia dan Singapura juga memperkuat kerja sama di bidang investasi, ekonomi digital, dan energi hijau melalui kolaborasi yang berfokus pada kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).
Penguatan kemitraan tersebut diharapkan semakin meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara sekaligus mendukung pengembangan sektor strategis di kawasan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





