HOME  ⁄  Nasional

Sebanyak 220 Siswa Penyintas Banjir Bandang di Nagan Raya Berhasil Menyelesaikan Ujian Akhir di Sekolah Darurat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sebanyak 220 Siswa Penyintas Banjir Bandang di Nagan Raya Berhasil Menyelesaikan Ujian Akhir di Sekolah Darurat
Foto: (Sumber : Murid SD korban bencana alam banjir bandang hingga saat ini masih belajar di sekolah darurat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Hingga Rabu (10/6/2026) sebanyak 220 siswa di daerah pedalaman tersebut telah berhasil menyelesaikan ujian akhir sekolah untuk kenaikan kelas dan kelulusan sekolah di SD dan SMP. ANTARA/HO-Dinas Pendidikan Nagan Raya.)

Pantau - Sebanyak 220 siswa SD dan SMP penyintas banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, berhasil menyelesaikan ujian akhir meski harus menjalani proses belajar mengajar di sekolah darurat akibat kerusakan fasilitas pendidikan.

Pemerintah Sediakan Sekolah Darurat agar Pembelajaran Tetap Berjalan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya Zulkifli mengatakan para siswa tetap menunjukkan semangat belajar meskipun mengikuti kegiatan pendidikan dalam kondisi yang serba terbatas.

Ia mengungkapkan, “Alhamdulillah, meski terdampak banjir banjir bandang, para siswa di Beutong Ateuh tetap bersemangat menyelesaikan ujian meski harus belajar di bangunan darurat.”

Dari total 220 siswa tersebut, sebanyak 97 siswa berasal dari SMP Negeri Beutong Ateuh yang terdiri atas 54 siswa laki-laki dan 43 siswa perempuan, sedangkan 123 siswa lainnya berasal dari SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang dengan rincian 55 siswa laki-laki dan 68 siswa perempuan.

Zulkifli menjelaskan gedung sekolah lama belum dapat digunakan sehingga pemerintah daerah menyediakan fasilitas sekolah darurat berdasarkan instruksi Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan setelah banjir bandang yang terjadi pada Desember 2025.

Pendampingan Psikologis Bantu Pemulihan Siswa Pascabencana

Selain memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa untuk membantu proses pemulihan pascabencana.

Zulkifli menyampaikan, “Alhamdulillah, kondisi anak-anak sekarang sudah ceria kembali dan bisa menerima keadaan yang ada saat ini.”

Ia juga memastikan mayoritas tenaga pengajar merupakan putra-putri asli Beutong Ateuh Banggalang sehingga proses pembelajaran di sekolah darurat dapat berjalan dengan baik.

Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya menegaskan aktivitas pendidikan di lokasi tersebut tetap berlangsung lancar meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana akibat dampak bencana.

Penulis :
Aditya Yohan