HOME  ⁄  Nasional

Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Akan Dikawal 4.700 Pengawas Madrasah di Seluruh Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta Akan Dikawal 4.700 Pengawas Madrasah di Seluruh Indonesia
Foto: (Sumber : Menteri Agama Nasaruddin Umar saat meluncurkan Belajar Mandiri Kurikulum Berbasis Cinta di Jakarta, Rabu (22/4/2026). (ANTARA/HO-Kemenag).)

Pantau - Kementerian Agama melibatkan sebanyak 4.700 pengawas madrasah di seluruh Indonesia untuk mengawal implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai salah satu program prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Pengawas Madrasah Didorong Kawal Pendidikan Berbasis Karakter

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan para pengawas memiliki peran penting dalam menjaga mutu pendidikan sekaligus memastikan penguatan karakter berjalan efektif di lingkungan madrasah.

Ia menyampaikan, “Pengawas adalah orang-orang terbaik yang mengawal mutu pendidikan madrasah. Pendidikan harus melahirkan cinta, bukan kebencian.”

Sebagai penanda dimulainya gerakan tersebut, Kementerian Agama meluncurkan Buku Saku KBC bagi Pengawas Madrasah yang telah terintegrasi dengan sistem Madrasah Digital Supervision (MDS) sebagai instrumen pendampingan dan pengawasan implementasi kurikulum.

Menag juga mengajak seluruh pengawas madrasah untuk mengawal pelaksanaan KBC secara berkelanjutan di satuan pendidikan.

KBC Dikembangkan dari Konsep Ekoteologi

Nasaruddin Umar menjelaskan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pengembangan dari konsep ekoteologi yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan Tuhan.

Ia mengungkapkan, “Kalau semua kitab suci, termasuk Al Quran, dipadatkan menjadi satu kata, maka kata itu adalah cinta.”

Menurut Menag, penerapan KBC diharapkan mampu menekan berbagai persoalan seperti tawuran, perundungan, kekerasan fisik, hingga intoleransi melalui pendidikan yang berlandaskan kasih sayang.

Ia juga menjelaskan konsep tersebut dengan mengatakan, “Ekoteologi itu kesadaran yang harus muncul pada diri setiap orang untuk mencintai sesama manusia, mencintai alam semesta, dan pada saat yang sama manusia dan alam juga mencintai Tuhannya. Ini seperti cinta segitiga.”

Penulis :
Aditya Yohan