HOME  ⁄  Nasional

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Meninjau Proyek Mobil Nasional di Subang, Target Produksi 300.000 Unit per Tahun

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Meninjau Proyek Mobil Nasional di Subang, Target Produksi 300.000 Unit per Tahun
Foto: Arsip - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menumpangi Pindad Maung MV3 bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Sabtu 1/3/2025 (sumber: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Pantau - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau perkembangan Proyek Mobil Nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu, 10 Juni 2026, untuk melihat langsung progres pembangunan fasilitas manufaktur dan kesiapan pengembangan ekosistem industri otomotif nasional.

Pengembangan Kawasan Industri Otomotif Terintegrasi

Dalam kunjungan kerja tersebut, Sjafrie menerima penjelasan mengenai perkembangan proyek dari Direktur Utama PT Pindad, Sigit Santosa.

Sigit memaparkan bahwa pengembangan proyek dibagi ke dalam tiga tahap pembangunan yang berlangsung pada periode 2026 hingga 2028.

PT Pindad merencanakan pembangunan kawasan industri otomotif terintegrasi sebagai bagian dari Proyek Mobil Nasional yang berdiri di atas lahan sekitar 539 hektare.

Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada area seluas sekitar 60 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun pada 2028.

Setelah seluruh proyek beroperasi penuh, kapasitas produksi ditargetkan meningkat hingga 300.000 unit kendaraan setiap tahun.

Sigit mengungkapkan, "Kami telah sejak beberapa tahun lalu meletakkan investasi SDM (sumber daya manusia) untuk kepentingan proyek nasional ini, baik tingkat perencana, pelaksana hingga tingkat di atas itu."

Kawasan tersebut dirancang sebagai ekosistem manufaktur otomotif yang terintegrasi dengan fasilitas berupa pabrik, perkantoran, sarana pengujian, pusat perancangan dan pengembangan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pemerintah Dorong Kemandirian Industri dan Penguasaan Teknologi

Dalam peninjauan tersebut, Sjafrie didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo B Revita dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari.

Selain meninjau lokasi, Sjafrie juga menerima paparan mengenai rencana fasilitas utama produksi yang mencakup area manufaktur, pusat rekayasa kendaraan, fasilitas pengujian, serta berbagai sarana pendukung lain dalam rencana induk pengembangan kawasan.

Sjafrie menegaskan bahwa pengembangan industri manufaktur strategis nasional menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian industri sekaligus mendukung ketahanan ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan, "Kawasan Mobil Nasional merupakan instalasi strategis yang memiliki nilai penting dalam mendukung penguatan industri nasional, penguasaan teknologi, serta pembangunan ekosistem manufaktur yang terintegrasi."

Pengembangan proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi Kabupaten Subang dan wilayah sekitarnya melalui peningkatan aktivitas industri, pertumbuhan rantai pasok lokal, serta peningkatan investasi di sektor manufaktur.

Dari sisi ketenagakerjaan, fasilitas manufaktur tersebut diproyeksikan mampu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja tingkat sarjana dan teknisi.

Sjafrie menyatakan, "Selain itu kehadiran dan operasionalisasi proyek mobil nasional ini di sana juga memberi dampak pada penguasaan teknologi otomotif berbasis listrik."

Ia juga berharap seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi agar realisasi proyek strategis tersebut dapat dipercepat sehingga manfaat ekonomi, teknologi, dan industri dapat segera dirasakan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa