
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalankan Program Pangan Bersubsidi sebagai upaya menyediakan pangan berkualitas dengan harga terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Program Pangan Bersubsidi Sediakan Beragam Komoditas
Ketua Kelompok Pangan dan Ekonomi Daerah Biro Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah DKI Jakarta Abdul Ghofar Alhakim mengatakan program tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti daging ayam, beras, daging sapi, susu, ikan, dan telur ayam.
“Contohnya, daging ayam untuk masyarakat tertentu hanya membayar Rp8.000 per ekor. Itu sangat terjangkau, untuk memastikan keluarga tersebut tetap bisa mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi,” ungkapnya.
Pada 2026, Program Pangan Bersubsidi didistribusikan melalui 107 titik layanan utama yang tersebar di lima wilayah kota administratif Jakarta, termasuk gerai Perumda Dharma Jaya, Pasar Jaya, dan Food Station.
Kerja Sama Antardaerah Perkuat Ketahanan Pangan Jakarta
Selain menjalankan program subsidi, Pemprov DKI juga menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil pangan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas di ibu kota.
“Kebutuhan beras kita sehari bisa sampai 2.400 ton, sementara lahan untuk menanam tidak ada. Pemprov DKI Jakarta bersama dengan BUMD memperkuat kerja sama antardaerah penghasil,” ujar Ghofar.
Ia menambahkan, “Kami juga punya daerah-daerah lain. Ada sembilan provinsi untuk berbagai komoditas, tidak hanya beras, tapi juga daging, bawang, cabai, dan lain-lain.”
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, inflasi bulanan pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,12 persen, sedangkan inflasi tahunan mencapai 2,49 persen atau lebih tinggi 0,42 poin persentase dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





