HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Pastikan Harga Cabai Tetap Menguntungkan Petani dan Stabil bagi Konsumen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Pastikan Harga Cabai Tetap Menguntungkan Petani dan Stabil bagi Konsumen
Foto: (Sumber : Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memegang cabai rawit merah. ANTARA/HO-Humas Bapana.)

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus menjaga harga cabai di tingkat petani tetap menguntungkan sekaligus menstabilkan harga di tingkat konsumen melalui penguatan distribusi, pasokan, dan intervensi pasar secara terukur.

Pemerintah Jaga Keseimbangan Harga Cabai

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat memahami kondisi petani hortikultura yang menghadapi fluktuasi harga cabai dari waktu ke waktu.

“Seperti cabai (agak tinggi) mungkin karena distribusi. Tapi ingat, cabai terkadang harganya Rp80.000 sampai Rp100.000 tapi terkadang juga harganya jatuh. Jadi mungkin berilah kesempatan ke petani cabai juga, supaya recovery, modalnya kembali,” ungkap Amran.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) cabai yang digelar Bapanas bersama Kementerian Pertanian dan berbagai asosiasi.

Dalam rapat itu dilaporkan petani Cabai Merah Keriting di Daerah Istimewa Yogyakarta tengah memasuki masa panen raya dengan harga berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram, sementara Harga Acuan Pembelian pemerintah berada pada rentang Rp22.000 hingga Rp29.600 per kilogram.

Distribusi dan Mobilisasi Pasokan Jadi Solusi

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan pemerintah terus mengupayakan stabilisasi harga agar menguntungkan petani sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kita mengupayakan penstabilan harga. Artinya jangan terlalu murah, kita sepakat ke arah yang wajar, sehingga harga nyaman bagi petani,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, “Kalau yang di bawah HAP, kita harus bantu. Tentu kita harus dorong untuk mendekati HAP atau minimal di atas HAP sedikit lah, sehingga petani tidak dirugikan. Jadi jangan sampai kita minta harganya turun terus, ternyata produktivitas rendah. Kasihan petani kita. Jadi harus kita wajarkan.”

Pemerintah akan melakukan mobilisasi stok cabai dari daerah yang mengalami surplus produksi ke wilayah dengan harga lebih tinggi guna menjaga keseimbangan pasar.

Selain itu, Bapanas memperkirakan produksi Cabai Rawit Merah nasional pada Juni mencapai 113,8 ribu ton dan meningkat menjadi sekitar 144,7 ribu ton pada Juli, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan harga secara bertahap.

Penulis :
Ahmad Yusuf