
Pantau - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menyatakan komunikasi antara Indonesia dan Iran terus berlangsung untuk mencari solusi atas dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di sekitar Selat Hormuz akibat ketegangan keamanan di kawasan tersebut.
Dua kapal yang dioperasikan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
Kendala Keamanan dan Asuransi Pelayaran
Havas menjelaskan bahwa perkembangan upaya penyelesaian sangat bergantung pada situasi keamanan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ia mengungkapkan, "Apabila kondisi politik semakin memanas dan terjadi eskalasi, maka pemerintah harus menunggu perkembangan situasi."
Menurut Havas, salah satu kendala utama yang dihadapi adalah persoalan asuransi pelayaran karena banyak perusahaan asuransi enggan memberikan perlindungan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya risiko keamanan.
Ia menyampaikan bahwa perusahaan asuransi masih bersedia memberikan perlindungan ketika kapal berada di lokasi yang relatif aman.
Namun, perusahaan asuransi cenderung menolak menanggung risiko ketika kapal memasuki wilayah yang dianggap berbahaya.
Keselamatan Awak Kapal Menjadi Prioritas
Selain persoalan asuransi, keputusan pelayaran juga bergantung pada pertimbangan nakhoda kapal dan persetujuan dari pemilik kargo.
Havas menegaskan bahwa keselamatan awak kapal dan muatan menjadi prioritas utama dalam menentukan langkah selanjutnya.
Ia menyebut terdapat banyak elemen yang harus berjalan selaras sehingga penyelesaian persoalan tersebut tidak hanya bergantung pada jaminan dari otoritas negara, tetapi juga memerlukan kesesuaian dari berbagai pihak yang terlibat.
Sebelumnya, pada 22 April, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa negosiasi terkait dua kapal Pertamina tersebut masih terus berlangsung.
Sugiono menjelaskan bahwa proses penyelesaian menjadi lebih kompleks karena situasi internal di Iran.
Ia mengungkapkan, "Kebijakan yang telah ditetapkan oleh pimpinan di Iran tidak selalu dapat langsung diterapkan di lapangan."
Pemerintah Indonesia terus berhubungan dengan otoritas terkait dan melanjutkan diskusi dengan pemerintah Iran untuk mencari penyelesaian yang tepat atas kendala implementasi tersebut agar persoalan dua kapal tanker Pertamina dapat diselesaikan.
- Penulis :
- Leon Weldrick





