HOME  ⁄  Nasional

AESI Dorong Percepatan Adopsi Energi Surya untuk Perkuat Daya Saing Industri Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AESI Dorong Percepatan Adopsi Energi Surya untuk Perkuat Daya Saing Industri Nasional
Foto: (Sumber :Penyelenggaraan Green Energy Solutions Forum for Manufacture Owners yang digelar di Bandung, Rabu (10/6/2026) (ANTARA/HO-Trivigo).)

Pantau - Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mendorong percepatan adopsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di sektor industri sebagai langkah memperkuat daya saing nasional dan mendukung transformasi menuju energi bersih.

AESI Nilai Potensi Energi Surya Masih Sangat Besar

Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari menyampaikan periode 2026–2028 menjadi momentum penting untuk mempercepat pemanfaatan PLTS di sektor industri, khususnya manufaktur yang saat ini menjadi pengguna terbesar PLTS atap di Indonesia.

Ia mengungkapkan, “Namun jika dibandingkan dengan potensi teknis energi surya Indonesia yang sangat besar, pemanfaatannya masih di bawah satu persen. Artinya, ruang pertumbuhan ke depan masih sangat luas.”

Menurut AESI, percepatan adopsi energi surya didorong oleh dukungan regulasi, peningkatan kuota PLTS atap, meningkatnya permintaan dari sektor industri, serta tuntutan pasar global terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

Industri Diminta Segera Beralih ke Energi Hijau

AESI menilai penerapan standar Environmental, Social and Governance (ESG), transparansi jejak karbon, dan implementasi penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa menjadikan energi bersih sebagai kebutuhan strategis bagi industri yang ingin mempertahankan akses pasar internasional.

CEO Trivigo Kunadi Setiadi mengatakan, “Ada tiga hal yang jarang sekali bergerak bersamaan, dan ketiganya sedang bergerak sekarang. Regulasi semakin mendukung, harga teknologi semakin kompetitif dan tekanan pasar global terhadap jejak karbon semakin nyata. Ketika ketiga faktor ini sudah sejajar, menunda keputusan justru menjadi kerugian yang kita pilih sendiri.”

Ia juga menegaskan, “Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, penggunaan energi surya di sektor industri tidak lagi menjadi pembeda, melainkan standar minimum. Perusahaan yang bergerak lebih cepat akan menikmati keuntungan kompetitif yang sulit dikejar oleh mereka yang terlambat. Waktunya bukan besok, bukan tahun depan, tetapi sekarang.”

AESI mendorong penyempurnaan regulasi, peningkatan standar kualitas proyek, serta kolaborasi antara industri, regulator, BUMN, dan pelaku usaha energi surya untuk mempercepat transformasi energi nasional.

Penulis :
Aditya Yohan