
Pantau - Balai Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur terus memperkuat pelestarian enam jenis flora penting yang memiliki nilai ekologis, kesehatan, dan budaya guna menjaga keberlanjutan ekosistem hutan hujan tropis di kawasan seluas 193.753,42 hektare.
Enam Flora Prioritas Jadi Fokus Perlindungan
“Perlindungan habitat alami, pengendalian penebangan liar, serta program rehabilitasi hutan menjadi prioritas utama kami agar keberadaan tanaman khas ini tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ungkap Kepala Balai Taman Nasional Kutai Syaiful Bahri.
Enam flora yang menjadi prioritas pelestarian meliputi pasak bumi (Eurycoma longifolia), pohon ulin (Eusideroxylon zwageri), pohon bendang (Borassodendron borneense), ekosistem mangrove, kelompok pohon meranti (Shorea spp.), serta anggrek hitam (Coelogyne pandurata).
Balai Taman Nasional Kutai mencatat kawasan tersebut menjadi habitat bagi 1.302 jenis flora dari 118 famili, termasuk delapan genus Dipterocarp dan 15 spesies endemik.
Pengawasan dan Budidaya Ditingkatkan
Syaiful menjelaskan perhatian khusus diberikan kepada pohon ulin dan meranti yang populasinya terancam akibat eksploitasi serta alih fungsi lahan.
“Langkah serupa diterapkan untuk memproteksi kelompok pohon meranti, yang kayunya sangat diminati pasar, namun kini terancam alih fungsi lahan meski peranannya krusial sebagai tempat berlindung satwa endemik seperti orangutan,” katanya.
Untuk menjaga pasak bumi, pengelola kawasan mendorong program budidaya guna mengurangi kerusakan habitat akibat pengambilan akar secara tidak terkendali.
“Patroli pengawasan turut kami kerahkan untuk memantau kelestarian anggrek hitam, tanaman epifit ikonik berbibir bunga gelap yang hidup menempel pada pohon besar dan sangat rentan mati jika terjadi perubahan kelembapan mikroklimat hutan,” ujarnya.
Selain itu, perlindungan juga difokuskan pada pohon bendang sebagai sumber pakan satwa liar serta vegetasi mangrove di pesisir Selat Makassar yang berfungsi menahan abrasi dan menjadi area pemijahan berbagai biota laut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





