HOME  ⁄  Nasional

KMHDI Mengajak Masyarakat Jaga Kondusivitas di Tengah Kenaikan Harga Pertamax dan Tolak Anarkisme

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KMHDI Mengajak Masyarakat Jaga Kondusivitas di Tengah Kenaikan Harga Pertamax dan Tolak Anarkisme
Foto: (Sumber :Ketua Umum PP KMHDI Wayan Ardi Adnyana. ANTARA/HO-KMHDI.)

Pantau - Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) mengajak seluruh elemen masyarakat menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green, secara bijaksana dengan tetap menjaga situasi kondusif dan menghindari tindakan anarkis.

KMHDI Soroti Dampak Geopolitik terhadap Harga Energi

Ketua Umum PP KMHDI Wayan Ardi Adnyana mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang berlaku sejak 10 Juni 2026 tidak dapat dipisahkan dari dinamika geopolitik global yang memengaruhi harga energi dunia, rantai pasok internasional, dan biaya impor energi.

Ia menegaskan masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah, namun penyampaiannya harus tetap berada dalam koridor demokrasi dan mengedepankan dialog.

“KMHDI memahami bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun, kita juga harus melihat persoalan ini secara utuh. Kondisi geopolitik global yang memanas telah berdampak pada harga energi internasional dan menjadi tantangan bagi banyak negara,” ujar Wayan.

KMHDI menilai stabilitas nasional merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan terhadap masyarakat kecil di tengah ketidakpastian global.

Dorong Perlindungan Masyarakat Kecil dan Jaga Persatuan

Di sisi lain, KMHDI meminta pemerintah dan Pertamina memastikan ketersediaan serta distribusi BBM subsidi, terutama Pertalite dan Biosolar, tetap aman dan mudah diakses oleh masyarakat kecil, petani, nelayan, pelaku UMKM, serta sektor produktif lainnya.

“Keberpihakan kepada rakyat harus tetap menjadi prioritas. Kami mendorong pemerintah untuk memastikan pasokan Pertalite dan Biosolar tetap aman serta distribusinya tepat sasaran. Masyarakat kecil tidak boleh menjadi pihak yang paling terdampak dalam situasi global yang tidak menentu ini,” ungkap Wayan.

Menurut KMHDI, tantangan ekonomi akibat gejolak geopolitik global juga dialami banyak negara sehingga diperlukan kedewasaan bersama dalam menyikapi kondisi tersebut dan menghindari provokasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

Menutup pernyataannya, Wayan mengajak masyarakat menjaga ketertiban dengan mengatakan, “Mari kita jaga Indonesia tetap kondusif. Kritik boleh disampaikan, aspirasi harus diperjuangkan, tetapi jangan sampai dilakukan dengan cara-cara yang merusak fasilitas umum, mengganggu ketertiban, atau menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Persatuan nasional harus tetap menjadi kekuatan utama bangsa dalam menghadapi tantangan global,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf