
Pantau - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) DKI Jakarta mengawal proses pemulihan fisik dan psikis anak berinisial MWP yang menjadi korban perundungan oleh dua remaja di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, dengan melakukan kunjungan langsung ke rumah korban serta berkoordinasi dengan Polres Jakarta Pusat untuk memastikan pemenuhan hak-hak korban.
Komnas PA Fokus pada Pemulihan Korban
Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menyampaikan bahwa pihaknya mendatangi kediaman korban untuk memantau kondisi secara langsung dan memperoleh keterangan dari keluarga.
"Hari ini kami melakukan kunjungan ke rumah korban untuk memastikan kondisinya secara langsung, sekaligus mendengar keterangan dari pihak keluarga," ungkap Cornelia.
Komnas PA DKI Jakarta menilai penanganan paling mendesak saat ini adalah pemulihan kondisi fisik dan psikologis korban yang masih mengalami dampak serius pasca-perundungan.
Cornelia menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban masih mengalami trauma yang memengaruhi kondisi kesehariannya.
"Berdasarkan keterangan keluarga, kalau malam korban masih sering demam, menangis, dan tidurnya terganggu karena trauma. Saat ini korban juga masih harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan medis," ujarnya.
Meski saat dikunjungi korban tampak ceria, Komnas PA menilai masih terdapat trauma mendalam yang berpotensi memengaruhi proses tumbuh kembang apabila tidak segera mendapatkan intervensi psikologis yang tepat.
Komnas PA DKI Jakarta pun telah merencanakan langkah penanganan psikologis secara cepat untuk mendukung proses pemulihan korban.
Kondisi Kesehatan Korban Masih Dipantau
Ibu korban, Vira, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Komnas PA DKI Jakarta dan berharap lembaga tersebut turut mengawal proses hukum terhadap para pelaku.
"Terima kasih atas bantuannya untuk kesehatan MWP dan kelanjutannya. Saya berharap proses hukum terhadap para pelaku bisa berjalan secepat-cepatnya," kata Vira.
Kondisi kesehatan MWP yang berusia 6 tahun dilaporkan mulai berangsur pulih meski belum sepenuhnya stabil.
Ayah korban, Bella, mengungkapkan bahwa putranya masih mengalami demam tinggi, tekanan darah rendah, serta rasa gatal pada beberapa bagian tubuh akibat peristiwa tersebut.
"Tetap 40 derajat, masih panas badannya. Masih gelisah dan gatal-gatal. Kalau untuk pemeriksaan kepala, nanti berjalan, karena kepalanya kemarin sempat bengkak tapi sekarang sudah agak kempesan," jelas Bella.
Bella juga mengatakan bahwa tekanan darah korban masih terus dipantau karena belum menunjukkan perkembangan yang normal.
"Kondisi anak belum stabil, darahnya tadi dicek masih rendah dan belum ada perkembangan," ujarnya.
Untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan, korban dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda di Jakarta Pusat.
"Hari ini mau dirujuk ke sana. Nanti pihak dokter yang tahu apakah harus dirawat inap atau bagaimana," tutur Bella.
Bella menambahkan bahwa kondisi psikologis korban mulai menunjukkan perbaikan, meskipun proses pemulihan trauma masih terus berlangsung.
- Penulis :
- Shila Glorya





