
Pantau - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima bantuan 3.000 dosis semen beku sapi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk mendukung peningkatan populasi dan mutu genetik ternak melalui program inseminasi buatan.
Dukungan Pengembangan Peternakan di NTT
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Komite II DPD RI sekaligus bantuan yang diberikan untuk mendukung pengembangan sektor peternakan di daerah.
Melki mengungkapkan, “Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja Komite II DPD RI serta bantuan 3.000 dosis semen beku dari berbagai jenis sapi unggul yang tentu sangat membantu pengembangan sektor peternakan di daerah.”
Program inseminasi buatan dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas peternakan melalui penambahan populasi sapi dan perbaikan mutu genetik ternak.
Melki menjelaskan bantuan semen beku tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peternak agar menghasilkan sapi berkualitas dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Ia menyampaikan, “Melalui inseminasi buatan ini kita berharap dapat menghasilkan sapi-sapi unggul dengan kualitas yang baik sehingga mampu meningkatkan daya saing sektor peternakan NTT di masa mendatang.”
Semen beku merupakan sperma yang berasal dari sapi pejantan unggul dan digunakan dalam program inseminasi buatan untuk mempercepat peningkatan mutu genetik ternak sehingga menghasilkan anakan dengan kualitas yang lebih baik.
Kolaborasi untuk Mewujudkan Peternakan Modern
Pemerintah Provinsi NTT berharap pengembangan sapi unggul dapat menjadi model yang diterapkan secara bertahap pada komoditas peternakan lain seperti babi, kambing, kerbau, dan unggas.
Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, akademisi, dan pelaku usaha dalam mendukung pembangunan sektor peternakan melalui pendidikan, penelitian, dan pendampingan kepada masyarakat.
Melki mengatakan, “Kami optimistis cita-cita menjadikan NTT sebagai pusat pengembangan ternak, baik sapi maupun komoditas ternak lainnya, dapat terus diwujudkan melalui kerja sama pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha peternakan.”
Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu sektor unggulan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Bantuan 3.000 dosis semen beku sapi tersebut diharapkan menjadi langkah percepatan menuju pengembangan peternakan modern dan berkelanjutan di NTT.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi sapi potong di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2025 tercatat sebanyak 622.276 ekor sehingga menempatkan NTT di peringkat ketujuh sebagai provinsi dengan populasi ternak sapi terbesar di Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya





