
Pantau - Pemerintah Pusat bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Program INOVASI Kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia bidang pendidikan memperkuat literasi dan numerasi pendidikan dasar di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman teks serta penguasaan konsep bilangan pada peserta didik.
Program Diklaim Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin menyampaikan bahwa program penguatan literasi dan numerasi yang telah dijalankan sejak 2024 memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di sekolah dasar dampingan.
Ia mengungkapkan, "Program penguatan literasi dan numerasi yang dilaksanakan sejak 2024 telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sejumlah SD dampingan."
Alimuddin menjelaskan bahwa manfaat program tidak hanya terlihat pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi murid, tetapi juga pada perubahan cara guru mengajar, kepemimpinan kepala sekolah, serta pola pendampingan oleh pengawas sekolah.
Melalui program tersebut, guru didorong untuk memahami kebutuhan belajar setiap anak secara lebih baik dan memanfaatkan asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan dalam proses pembelajaran.
Program ini juga dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa dengan memperkuat peran kepala sekolah dan pengawas sebagai pemimpin pembelajaran yang berfokus pada peningkatan mutu proses belajar mengajar.
Gelar Karya Tampilkan Praktik Baik Sekolah di Sepaku
Pada Kamis, 11 Juni 2026, diselenggarakan Gelar Karya Peningkatan Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar di IKN yang melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Program INOVASI Kemitraan Pemerintah Indonesia-Australia.
Kegiatan tersebut menjadi wadah berbagi praktik baik peningkatan mutu pembelajaran yang telah diterapkan di sekolah-sekolah dasar di wilayah Sepaku sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan dasar di IKN.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani menilai praktik baik di sekolah-sekolah dampingan di Sepaku telah menunjukkan hasil konkret dalam peningkatan literasi dan numerasi peserta didik.
Ia mengatakan, "Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pelatihan guru, tetapi dari dampaknya terhadap hasil belajar anak. Pendampingan yang intensif terhadap guru, kepala sekolah, dan pengawas menunjukkan hasil signifikan dalam waktu relatif singkat."
Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Kemendikdasmen Toni Toharudin menegaskan bahwa pembangunan IKN harus berjalan seiring dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui pendidikan berkualitas.
Ia menyampaikan, "Penguatan literasi dan numerasi menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan beradaptasi terhadap tantangan masa depan."
Toni menilai praktik baik yang berkembang di sekolah-sekolah di Sepaku menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat diwujudkan melalui kebijakan yang tepat, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi yang kuat.
Ia juga mengatakan, “Pengalaman ini tentu akan menjadi modal penting untuk terus memperkuat kualitas pendidikan di wilayah IKN agar ke depan memilik SDM unggul dan berdaya saing.”
- Penulis :
- Arian Mesa





