
Pantau - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi berharap Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 memberikan dampak nyata tidak hanya pada sektor pangan, tetapi juga sektor perkebunan, maritim, dan berbagai bidang lainnya di kawasan transmigrasi, sebagaimana disampaikan usai menghadiri Musyawarah Wilayah VII Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Bali di Denpasar, Sabtu, 13 Juni 2026.
Pengembangan Inovasi untuk Kawasan Transmigrasi
Implementasi TEP 2026 bertujuan mengembangkan inovasi dan teknologi tepat guna guna mendukung pengolahan produk unggulan di berbagai kawasan transmigrasi berdasarkan rekomendasi hasil riset tahap pertama program yang telah dilaksanakan pada 2025.
Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, "Orientasinya bukan semata-mata untuk tanaman pangan, tetapi juga bisa maritim, perkebunan, dan lain sebagainya."
Sebanyak 1.476 orang terpilih sebagai peserta TEP 2026 setelah melalui proses seleksi dari total 10.359 pendaftar.
Rincian peserta terdiri atas 1.230 anggota tim dan 246 ketua tim yang berasal dari 10 perguruan tinggi mitra serta 157 perguruan tinggi lainnya.
Beberapa peserta juga berasal dari kampus luar negeri, antara lain University of Melbourne, University of Glasgow, dan King's College London.
Para peserta akan ditempatkan di 54 kawasan transmigrasi prioritas untuk berkolaborasi dengan masyarakat setempat dalam mempercepat pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru.
Mereka juga diharapkan menghasilkan kreasi dan inovasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Transmigrasi
Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa pemerintah menginginkan terbentuknya sistem pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi yang manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh warga di Satuan Permukiman Transmigrasi, tetapi juga masyarakat lokal.
Menurutnya, program transmigrasi hingga saat ini telah mendorong pengembangan 1.567 desa, 466 kecamatan, serta 116 kabupaten dan kota di berbagai wilayah Indonesia.
Ia juga menyebut Tanjung Selor di Kalimantan Utara, Mamuju di Sulawesi Barat, dan Salor di Papua Selatan sebagai ibu kota provinsi yang merupakan hasil pengembangan program transmigrasi.
Viva Yoga Mauladi menyatakan, “Itu semuanya adalah produk dari program pembangunan transmigrasi yang telah memindahkan penduduk sebanyak 2,2 juta kepala keluarga atau setara 9,1 juta jiwa.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





