
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dengan dukungan Program INOVASI Kemitraan Pemerintah Indonesia–Australia terus menjalankan program penguatan literasi dan numerasi sejak 2024 untuk membangun fondasi pendidikan dasar serta menyiapkan sumber daya manusia yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing tinggi di Ibu Kota Nusantara.
Program tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan di ruang-ruang kelas kawasan Sepaku dan wilayah penyangga IKN, bukan hanya sebagai kegiatan seremonial.
Hingga pertengahan Juni 2026, delapan rangkaian pendampingan rutin telah diselenggarakan dengan puncak kegiatan berupa Gelar Karya Peningkatan Mutu Pembelajaran Sekolah Dasar pada 11 Juni 2026.
Pendampingan Berkelanjutan di Sekolah
Program penguatan literasi dan numerasi dirancang agar IKN tidak hanya berkembang melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kualitas berpikir dan karakter generasi penerus bangsa.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menyampaikan bahwa dampak program mulai dirasakan secara nyata di sekolah-sekolah yang menerima pendampingan rutin.
Ia mengungkapkan, “Inilah inti dari perubahan. Membangun sistem pendidikan yang berpusat pada peningkatan mutu, bukan sekadar memenuhi target formalitas.”
Menurut Alimuddin, penguatan literasi dan numerasi sejak 2024 telah membawa perubahan pada proses pembelajaran di sekolah.
Perubahan Metode Mengajar dan Kepemimpinan Sekolah
Perubahan tersebut terlihat tidak hanya dari meningkatnya kemampuan siswa, tetapi juga dari pola pikir dan cara kerja guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Guru mulai meninggalkan metode pembelajaran satu arah dan lebih memahami kebutuhan belajar setiap peserta didik secara mendalam.
Asesmen kini dimanfaatkan sebagai dasar menyusun strategi mengajar yang lebih tepat sasaran, tidak lagi hanya digunakan untuk mengukur hasil akhir pembelajaran.
Materi pelajaran juga disajikan secara lebih kontekstual dengan menghubungkannya pada lingkungan sekitar sehingga peserta didik dapat memahami keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, kepala sekolah dan pengawas turut mengalami perubahan peran dengan menjadi pemimpin pembelajaran yang aktif mendampingi guru dan siswa, bukan hanya berfokus pada urusan administratif.
Program ini menempatkan penguatan literasi dan numerasi sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi masa depan yang mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa melalui peningkatan kemampuan membaca, memahami angka, dan mengasah kemampuan berpikir.
- Penulis :
- Gerry Eka





